Unsur Kimia Dan Pengelompokannya Lengkap

August 22, 2017

Pengertian Unsur Kimia

Yang dimaksud dengan Unsur kimia ialah suatu zat kimia yang hanya memiliki satu jenis atom dan tidak bisa dibagi-bagi menjadi bagian yang lebih kecil lagi. Atom merupakan partikel terkecil dari unsur, dan didalam atom terdiri atas nukleus (inti atom) serta dikelilingi oleh elektron. Inti atom terdiri dari proton dan neutron. Unsur kimia dalam sistem periodik berdasarkan sifatnya unsur dikelompokkan kedalam tiga bagian yaitu unsur logam, unsur non logam dan semi logam. Sedangkan berdasarkan penemuannya terbagi menjadi dua yaitu unsur alami dan buatan.

 

Pengelompokkan Unsur

Berdasarkan penemuannya, unsur dikelompokkan menjadi dua kelompok, yakni unsur alami yang berupa unsur murni dan unsur buatan yang terbuat dalam laboratorium dan umumnya berusia pendek.

 

Unsur Alami

Unsur yang sudah ditemukan kurang lebih 116 unsur, 93 unsur merupakan unsur alami. Oksigen merupakan unsur yang paling umum di muka bumi, sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia yaitu untuk bernafas. Begitu juga unsur Hidrogen merupakan unsur yang paling banyak di muka bumi. Unsur-unsur yang ada di alam lebih banyak senyawanya dibanding dalam keadaan bebas sesuai bentuk dari setiap unsurnya.

Baca Juga:

Proses terjadinya hujan dan Jenis-jenisnya ( Artikel Lengkap )

 

Unsur Buatan

Tidak ada unsur yang lebih berat secara alami dari pada uranium, tetapi para peneliti dapat menciptakan unsur baru yang jauh lebih berat, yaitu dengan cara menggabungkan dua unsur yang lebih kecil secara bersamaan dalam kecepatan yang tinggi, namun memang kebanyakan dari unsur baru itu tidak bisa bertahan lama dan mudah pecah. Peneliti selalu berusaha agar unsur baru itu bisa bertahan lama, yaitu dengan cara membuat unsur-unsur itu mempelajari pembentukkannya dan  perubahannya ketika unsur itu menjadi lebih berat.
Selain Pengelompokkan tersebut, unsur dikelompokkan berdasarkan sistem periodik unsur oleh para ilmuan, yang dibedakan berdasarkan sifatnya menjadi tiga kelompok yaitu:

 

Unsur Logam

Merupakan unsur yang umumnya berwujud padat pada tekanan dan suhu normal, bersifat mengkilap apabila digosok, pada umumnya dapat ditempa sehingga bisa dibentuk menjadi benda lainnya dan bisa menjadi penghantar listrik dan penghantar panas. Contoh unsur logam yaitu :
     Kalsium (Calsium) = Ca     Perak (Argentum) = Ag
     Mangan = Mn     Krom (Chromium) = Cr
     Kobalt (Cobalt) = Co     Nikel = Ni
     Timah (Stannum) = Sn     Kadmiumm (Cadmium) = Cd
     Besi (Ferrum) = Fe     Kalium = K
     Magnesium = Mg     Emas (Aurum) = Au

 

Unsur Non Logam

Unsur Non Logam merupakan unsur yang berwujud gas, padat, cair pada tekanan dan suhu normal. Unsur non logam tidak dapat ditempa, tidak bisa menjadi penghantar panas dan listrik, serta tidak mengkilap jika digosokkan kecuali intan. Contoh unsur non logam berikut ini:
 Argon = Ar  Karbon (Carbon) = C
 Bromin = Br  Hidrogen = H
 Belerang (Sulfur) = S  Oksigen = O
 Helium = He  Neon = Ne
 Fluorin = F  Silikon = Si
 Fosfor = Phosforus  Nitrogen = N

 

Unsur Semi Logam

Yang biasa disebut dengan nama metaloid. Metaloid atau unsur semi logam ialah unsur yang memiliki kedua sifat dari unsur logam dan non logam. Unsur ini biasanya bersifat semikonduktor, yaitu bahan yang bersifat semikonduktor tidak bisa menghantarkan listrik dengan baik pada suhu rendah akan tetapi sifat dari hantaran llistriknya akan lebih baik jika berada pada suhu yang lebih tinggi. Adapun contoh unsur semi logam yaitu:
 Boron (boronium) = B
 Silicon (silicium) = Si
 Germanium (germanium) = Ge
 Arsen (arsenium) = As
 Antimony (stibium) = Sb
 Tellurium (tellurium) = Te
 Polonium (polonium) = Po
loading...

Artikel Terkait

Previous
Next Post »