Perubahan Sosial Budaya ( Artikel Lengkap )

August 15, 2017
Perubahan Sosial Budaya.Keadaan masyarakat senantiasa mengalami perubahan, perkembangan,dan pergantian. Perubahan-perubahan ini dalam ilmu sosialdinamakan perubahan sosial budaya.Menurut Selo Soemardjan (sebagaimana dikutip SoerjonoSoekanto, 1987:285), perubahan sosial adalah segala perubahan padalembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. Perubahan tersebutmempengaruhi sistem sosialnya. Sistem sosial tersebut meliputi nilai-nilai,sikap, dan pola perilaku kelompok-kelompok di masyarakat.

Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya
MenurutSoerjono Soekanto (1987:293–298), perubahan sosial budaya yangterjadi dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi perubahan evolusidan revolusi, perubahan direncanakan dan tidak direncanakan, sertaperubahan berpengaruh kecil dan berpengaruh besar.

a. Perubahan Revolusi dan Evolusi
Revolusi adalah perubahan yang berlangsungdalam waktu yang cepat. Revolusimenyangkut seluruh sendi-sendi pokokkehidupan masyarakat. Perubahan karenarevolusi dapat direncanakan atau tidakdirencanakan sebelumnya.

Ciri khasrevolusi antara lain perubahan berlangsungsecara cepat, berskala besar karena menyangkutsendi-sendi pokok kehidupan,terjadi tanpa direncanakan sebelumnya, serta menimbulkankonflik. Contoh perubahan ini antara lain
  1. Revolusi Industri Inggris, Revolusi Prancis,
  2. Revolusi Indonesia tahun 1945, serta
  3. Reformasi Indonesia tahun 1998.

Perubahan evolusi merupakan perubahanyang berjalan lambat dan memerlukanwaktu yang lama. Umumnya perubahanevolusi berupa suatu rentetan perubahankecil yang mengikutinya secara lambat.Perubahan evolusi terjadi karena masyarakatberusaha menyesuaikan diri dengan kebutuhan,keadaan, dan kondisi lingkungan sekitar.

Ciri khas perubahan evolusi antara lain memerlukan waktu lama, perubahan berskala kecil, terjadinya perubahan tidak disadari oleh masyarakat, dan tidak menimbulkan konflik. Contohnya terjadi pada kehidupan suku bangsa kita seperti Nias, Dani, Dayak, dan Sakai.Perubahan tersebut juga terjadi pada masyarakat desa menjadi masyarakat kota yang kompleks dan perubahan mata pencaharian hidup.

b. Perubahan Direncanakan dan Tidak Direncanakan
Perubahan direncanakan disebut juga perubahan yangdikehendaki oleh masyarakat. Perubahan yangdirencanakan adalah perubahan yang dikehendaki, diperkirakan,dan direncanakan sebelumnya oleh pihak-pihak yang menginginkanperubahan tersebut. Orang-orang menginginkanperubahan dinamakan agent of change atau agen perubahan.Mereka mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpinsebuah lembaga kemasyarakatan.

Contoh paling baik dari agent of changeadalah peran yang dijalankan oleh ButetManurung.
Ia ingin melihat anak-anak dipedalaman hutan di Sumatra bisa maju. Ia termasuk agent of change yang sangatberjasa bagi bangsa dan negara.Perubahan yang direncanakan dalampelaksanaannya harus sesuai dengan sosialplanning yang telah ditentukan. Contohperubahan direncanakan adalah pembangunankompleks rumah tahan gempa, pembangunanrumah sederhana dengan hargayang murah, dan pembangunan tata kota.

Perubahan tidak direncanakan adalahperubahan yang terjadi tanpa sengaja atautidak diinginkan oleh pihak-pihak yangmengadakan perubahan. Biasanya perubahantidak dikehendaki muncul sebagaidampak dari perubahan yang direncanakan.Contohnya pembangunan kota menyebabkanurbanisasi, meningkatnya angka kriminalitas,banyak rumah kumuh, dan bencana banjir
 
 


c. Perubahan Berpengaruh Besar dan Berpengaruh Kecil
Perubahan berpengaruh besar adalahperubahan yang membawa pengaruh langsungterhadap kehidupan masyarakat.Perubahan tersebut terjadi pada unsur-unsursosial budaya yang baku dalam masyarakat,seperti struktur kemasyarakatan, hubungankerja, sistem mata pencaharian, dan stratifikasisosial. Perubahan ini membawa pengaruhbesar bagi kehidupan masyarakatsecara keseluruhan. Contoh perubahanberpengaruh besar adalah industrialisasi,modernisasi, dan globalisasi.

Perubahan yang berpengaruh kecil adalah perubahan yangtidak membawa pengaruh langsung bagi kehidupan masyarakat.Perubahan tersebut hanya terjadi pada sekelompok kecil dari satuunsur budaya yang tidak berarti bagi masyarakat. Misalnyaperubahan mode rambut dan tren baju. Contoh lain adalahperubahan tata bahasa, perubahan gerakan tari, dan perubahanlogat bahasa yang digunakan

Faktor Pendorong dan Penghambat PerubahanSosial Budaya
a. Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya
1) Kontak dengan Budaya Lain
Kontak merupakan proses penyampaianinformasi tentang ide, keyakinan,dan hasil-hasil budaya. Adanya kontakdengan budaya lain menjadikan satukebudayaan bertemu dan saling bertukarinformasi. Misalnya kontakdagang antara pedagang Nusantaradengan pedagang India, Arab, dan Barat.Kebudayaan mereka saling mempengaruhiyang akhirnya membawa perubahansosial budaya.

2) Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain
Tidak adanya apresiasi terhadapkarya orang lain menjadikan seseorangenggan untuk berkarya. Jika setiap orang menghargaihasil karya orang lain, setiap orang akanberlomba-lomba menciptakan suatukarya yang bermanfaat bagi masyarakat. Penemuan pesawat terbang mengilhamiProf. Dr. Ing. B.J. Habibie untuk mendirikanpabrik pesawat di Bandung.

3) Sistem Pendidikan yang Maju
Pendidikan mengajarkan seseoranguntuk berpikir ilmiah dan objektif.Seseorangdapat menilai bentuk kebudayaan yangsesuai dengan kebutuhan serta kebudayaanyang tidak sesuai dengan perkembanganzaman. Berbekal pengetahuanitu seseorang melakukan perubahanpada kebudayaan jika dirasa perlu. Olehkarena itu, sistem pendidikan tinggimampu mendorong munculnya perubahansosial budaya.

4) Keinginan untuk Maju
Tidak ada seorang pun yang puas dengan keadaan sekarang.Mereka umumnya menginginkan sesuatu yang lebih baikdari keadaan saat ini. Orang akan melakukanberbagai upaya guna melakukan perubahan hidup yangtentunya ke arah kemajuan. Misalnya seorang pelajar mengikutikursus komputer untuk menambah pengetahuan dan keterampilankomputer.

5) Penduduk yang Heterogen
Masyarakat yang heterogen memudahkanterjadinya perubahan sosialbudaya. Penduduk Indonesiaterdiri atas bermacam-macam suku, ras,dan ideologi. Perbedaan-perbedaan yangada tidak selamanya membawa keuntunganbagi Indonesia. Perbedaantersebut dapat menimbulkan konflik jikatidak disertai dengan rasa toleransi yangtinggi. Konflik-konflik inilah yangmendorong munculnya perubahansosial budaya.

6) Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang KehidupanTertentu
Setiap orang tidak akan pernah puas dengan keadaannyasaat ini. Berbagai cara dan upaya mereka lakukan untuk mengubahtaraf hidup. Rasa tidak puas terhadap keadaan mendorongnyamelakukan berbagai perubahan. Hal ini pun terjadipada masyarakat Indonesia ketika reformasi digulirkan. Rasatidak puas terhadap pemerintahan saat itu mendorongmasyarakat menuntut perubahan secara total.

7) Sistem Pelapisan Terbuka
Sistem pelapisan terbuka memungkinkanterjadinya gerak sosial vertikalyang lebih tinggi. Sistem ini memberikesempatan kepada seseorang untukmaju. Kesempatan untuk menaiki stratayang lebih tinggi mendorong seseorangmelakukan perubahan ke arah yanglebih baik.

8) Orientasi ke Masa Depan (Visioner)
Pandangan yang visioner mendorongseseorang melakukan beragamperubahan. Bagi mereka masa laluadalah sesuatu yang patut untuk dikenang,bukan sebagai pedoman hidup.

Masa depan harus lebih baik dari masasekarang. Visi inilah yang mendorongseseorang melakukan perubahan.

9) Sikap Mudah Menerima Hal-Hal Baru
Suatu perubahan akan berdampakbesar jika setiap orang menerimaperubahan tersebut. Keadaan ini menjadiberbeda jika tidak ada seorang punyang menanggapi perubahan tersebut. Sikap mudahmenerima hal-hal baru mendorongterjadinya perubahan sosial budaya dimasyarakat.

10) Toleransi terhadap Perubahan

Sikap toleransi dibutuhkan untuk mempercepat lajuperubahan sosial budaya dalam masyarakat. Adanya sikaptoleransi menjadikan masyarakat lebih mudah menerima hal-halbaru. Masyarakat akan menerima hal-hal baru yang dirasamembawa kebaikan.

b. Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya
1) Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain
Masyarakat yang kurang berhubungan dengan masyarakatlain mengalami perubahan yang lamban. Mereka terkukungdalam kebudayaan mereka dan pola-polapemikiran yang masih sederhana.Contohnya suku-suku bangsa yangmasih tinggal di pedalaman.

2) Masyarakat yang Bersikap Tradisional
Umumnya masyarakat tradisionalmemegang kuat adat istiadat yang ada.Mereka menolak segala hal baru yangberkenaan dengan kehidupan sosial.Adat dan kebiasaan diagung-agungkan.Sikap ini menghambat masyarakattersebut untuk maju.

3) Pendidikan yang Rendah
Masyarakat yang berpendidikanrendah umumnya tidak dapat menerimahal-hal baru. Pola pikir dan cara pandangmereka masih bersifat sederhana.Mereka umumnya enggan mengikutigerak perubahan yang ada. Artinya,masyarakat statis dan tidak mengalamiperubahan yang berarti.

4) Adanya Kepentingan yang Tertanam Kuat pada SekelompokOrang (vested interest)
Adanya vested interest yang kuat dalam suatu kelompokmenyebabkan perubahan sulit terjadi. Hal ini dikarenakansetiap kelompok yang telah menikmati kedudukannya akanmenolak segala bentuk perubahan. Mereka takut adanyaperubahan akan mengubah kedudukan dan statusnya dalammasyarakat.

5) Ketakutan akan Terjadinya Kegoyahan Integrasi
Terciptanya integrasi merupakan harapan dan cita-citamasyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, integrasimerupakan sesuatu yang dilindungi oleh masyarakat. Segalahal baru ditolak untuk menghindari kegoyahan dalam integrasimasyarakat.

6) Prasangka Buruk terhadap Unsur Budaya Asing
Sikap demikian sering dijumpai pada masyarakat yangpernah dijajah oleh bangsa asing. Pengalaman-pengalamantempo dahulu menyebabkan mereka senantiasa berprasangkaburuk terhadap budaya asing. Mereka menolaksegala hal baru terutama berasal dari bangsa asing, walaupunakan membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

7) Hambatan Ideologis
Perubahan yang bersifat ideologi sangat sulit dilakukan. Setiap orang memandang ideologi sebagaisebuah pedoman hidup yang paling mendasar. Perubahan yang bersifat ideologis tidak mungkin terjaditerlebih pada masyarakat tradisional ketika ideologi dipegangkuat dalam kehidupan sosial.

Faktor Penyebab Perubahan Sosial Budaya
a. Faktor Intern
Faktor intern adalah faktor-faktor yang berasal dari dalammasyarakat itu sendiri. Faktor-faktor tersebut sebagai berikut.

1) Bertambah dan Berkurangnya Penduduk
Bertambah atau berkurangnya pendudukdisebabkan oleh angka kelahiran,kematian, dan migrasi yang selaluberubah-ubah. Perubahan jumlahpenduduk menyebabkan perubahanstruktur masyarakat, terutama menyangkutlembaga-lembaga kemasyarakatan.

Pesatnya perkembangan kotamendorong terjadinya urbanisasi.Jumlah penduduk di kota pun bertamba. Kota menjadi penuh sesak,muncul pengangguran yang mampumeningkatkan angka kriminalitas.Sementara desa kehilangan tenaga kerja produktif, banyaklahan pertanian kosong karena ditinggalkan pemiliknya.

2) Adanya Penemuan Baru (Inovasi)
Penemuan baru didorong adanya discoverydan invention. Discovery adalahsuatu penemuan dari unsur kebudayaanbaru, baik berupa alat atau ide baru yangdiciptakan oleh seorang atau beberapaindividu dalam masyarakat. Suatu discoverydapat berubah menjadi inventionjika masyarakat sudah mengakui,menerima, dan menerapkan penemuantersebut.Menurut Koentjaraningrat, ada tiga hal yang mendorongmunculnya penemuan-penemuan baru, yaitu:
  • kesadaran masyarakat terhadap kekurangan dalamkehidupannya;
  • kualitas ahli atau anggota masyarakat; dan
  • perangsang bagi aktivitas-aktivitas penciptaan dalammasyarakat.

3) Konflik yang Terjadi dalam Masyarakat
Pertentangan dalam masyarakatdapat menyebabkan perubahan sosialbudaya. Misalnya konflik yang terjadipada masyarakat Ambon. Berpuluh-puluhbangunan rusak, beratus-ratusorang kehilangan sanak saudara, kenyamanan,dan keamanan masyarakatmenjadi terganggu. Konflik terjadi karena adaperbedaan-perbedaan. Ketika perbedaandiperuncing dan menuntut persamaan,terjadinya konflik tidak terelakkan.

4) Pemberontakan dan Revolusi
Pemberontakan terjadi karena masyarakat merasa tidakpuas dengan keadaan saat itu. Situasidan kondisi tersebut mendorong munculnya revolusi sebagaiwujud dari pemberontakan. Contohnya Revolusi Mei tahun 1998 yangterjadi di Indonesia. Adanya revolusi membawa perubahanbesar dari sistem pemerintahan sampai pada sistemkemasyarakatan. Contohnya terjadinya perubahan kepalanegara, wakil kepala negara, struktur kabinet sampai pada polaperilaku masyarakatnya.
 
 


b. Faktor Ekstern
Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang berasal dari luarmasyarakat yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosialbudaya. Faktor-faktor tersebut sebagai berikut.

1) Perubahan Alam
Bencana alam seperti gempa bumi,gunung meletus, tsunami, dan musibahbanjir dapat memicu munculnya perubahansosial budaya. Bencanabanjir bandang yang terjadi pada awaltahun 2008. Curah hujan yang tinggimenyebabkan rumah, sekolah, pabrik,dan gedung pemerintahan terendam air.Akses jalan, kereta api, dan aliran listrikmenjadi terhambat. Banyak orangkehilangan tempat tinggal. Mereka terpaksatinggal dalam pengungsian dengansarana yang terbatas. Mereka pun kehilanganpekerjaan.

2) Peperangan
Peperangan bisa memicu terjadinyaperubahan sosial budaya dalam masyarakat. Mereka hidup dengan perasaan takutdan waswas. Masyarakat kita pernahmengalaminya saat mempertahankankemerdekaan.Masyarakat merasatertekan dan secara psikologis kehidupannyapenuh dengan ketakutan.Akibatnya, struktur masyarakat, polaperilaku, dan pemikiran mereka punmengalami perubahan.

3) Pengaruh Kebudayaan Lain
Hubungan antara dua masyarakat yang berbeda kebudayaanmemiliki kecenderungan untuk saling mempengaruhi satusama lain. Akhirnya, memicu munculnya perubahan sosial.Tiap-tiap masyarakat melakukan penyebaran kebudayaan yangmenghasilkan kebudayaan baru. Proses ini dapat berlangsungmelalui tiga cara, yaitu difusi, akulturasi, dan asimilasi.
  • Difusi merupakan suatu proses penyebaran unsur-unsurkebudayaan dari orang per orang kepada orang peroranganyang lain dan dari masyarakat ke masyarakat yang lain.
  • Akulturasi adalah pembauran antarbudaya yang masih terlihatmasing-masing sifat khasnya.
  • Asimilasi adalah pembauranantarkebudayaan yang menghasilkan budaya yang sama sekalibaru sehingga kebudayaan lama tidak terlihat.
loading...

Artikel Terkait

Previous
Next Post »