Perlawanan Rakyat terhadap Belanda ( Artikel Lengkap )

August 14, 2017
Belanda pertama kali datang di Indonesia di Banten pada tahun 1596. Pelayaran orang-orang Belanda pada saat itu dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Pada tahun 1598, untuk kedua kalinya armada Belanda datang ke Banten, dipimpin oleh Jacob van Neck dan van Waerwijk. Untuk memenangkan persaingan perdagangan, Belanda mendirikan Vereeningde Oost Indische Compagnie atau VOC, yang artinya Persatuan Dagang Hindia Timur. VOC didirikan pada 20 Maret 1602. Gubernur Jendral VOC yang pertama adalah Pieter Both. Tadinya, markas besar VOC ada di Ambon, Maluku, tetapi pada masa Gubernur Jendral Jan Pietezoon Coen, markasnya dipindah ke Jayakarta.Tujuan utama VOC adalah mempertahankan monopolinya terhadap perdagangan rempah-rempah di Nusantara.

a. Perlawanan Rakyat Kesultanan Makassar
Sejak abad ke-17, Kesultanan Makassar telah menjadi negaramaritim.Kesultanan Makassar telah menjalinhubungan perniagaan secara bebas dengan negera-negara diEropa, seperti Denmark, Inggris, Perancis, dan Portugis.Sejak kehadiran VOC yang melaksanakan sistem monopolidalam perdagangannya, perniagaan Makassar terganggudan mengalami kemunduran. Oleh karena itu, KesultananMakassar sangat menentang monopoli tersebut dengan cara-caraberikut.
  • Makassar melakukan pembelian rempah-rempah secarasembunyi-sembunyi dari rakyat yang diduduki VOC, selainitu menyalurkan bahan-bahan kebutuhan pokok rakyat.
  • Makassar senantiasa menjual rempah-rempah kepada semuabangsa yang membutuhkan dan ingin membelinya.
  • Makassar turut membantu rakyat Maluku yang sedangberperang melawan VOC, seperti di Ternate dan Ambon.

VOC beranggapanbahwa Kesultanan Makassar harus ditaklukkan.Karena ada perselisihan antara Sultan Makassar, Hasannudin,dan Sultan Bone, Aru Palaka, Belanda memanfaatkan halini untuk menyerang Makassar dengan hasutan dan politik adudomba yang licik.Tahun 1666,VOC melancarkan serangan hebat ke Makassar. Menghadapi serangan tersebut, Sultan Hasanuddinmelakukan perlawanan yang gigih.Namun, karena kekuatan VOC dibantu oleh AruPalaka jauh lebih besar, akhirnya pasukan Sultan Hasanuddindipaksa menyerah. Sultan Hasanuddin menandatangani perjanjiandengan VOC tahun 1667 di Bongaya. Perjanjian itudinamakan Perjanjian Bongaya.Isi Perjanjian Bongaya tersebut ialah sebagai berikut.
  • Hasanuddin mengakui VOC sebagai pelindungnya
  • Kapal-kapal Makassar tidak boleh berlayar di Maluku
  • Makassar menjadi monopoli VOC
  • Bugis, Bima, dan Sumbawa diserahkan kepada VOC
  • Makassar diblokade VOC

Rakyat Makassar pada tahun1669 kembali mengangkat senjata yang dipimpin oleh KareangGalesung.Namun karena tidak seimbangnya persenjataan,akhirnya perlawanan gagal.Para pedagang dan pelaut Makassar yang tidak setujudengan isi Perjanjian Bongaya menyingkir dari Makassar.Mereka menyebar ke berbagai tempat di nusantara dan selalumengadakan perjuangan menentang VOC dengan cara:
  • Menggangu kapal-kapal dagang VOC yang sedang berlayar,dan
  • Membantu setiap perlawanan yang menentang VOC, sepertiBanten dan beberapa tempat lainnya di Jawa Timur.

Baca Juga:

Rumusan Pancasila M.Yamin, Ir Soekarno, Soepomo, Piagam Djakarta lengkap




b. Perlawanan Rakyat Kesultanan Banten
Sekitar abad ke-16, Kesultanan Banten telah berkembangmenjadi kerajaan yang besar dan berpengaruh. Wilayah kekuasaannyameliputi sekitar Banten, Jayakarta, sampai keLampung. Kebesaran Kerajaan Banten, tidak terlepas daridikuasainya Selat Malaka oleh Portugis. Para pedagang Islamyang semula berlayar melalui Selat Malakalebih memilih berlayar melaluiSelat Sunda.

Namun, setelah jatuhnya Jayakarta ke tangan VOC tahun1619.Pelayaran dan perdagangan Kesultanan Banten secara perlahan-lahanmengalami kemunduran. Setiap kapal dagang yangberlayar melalui Laut Jayakarta selalu diperiksa dan dipaksaberlabuh di Jayakarta, terlebih lagi setelah jatuhnya Selat Malakake tangan VOC tahun 1641.Ketika Sultan Ageng Tirtayasa memerintah Banten (1651-1682), Kesultanan Banten sedang berada dalam kemunduran.Sultan Ageng Tirtayasa berusaha memulihkankejayaan Banten. Langkah yang dilakukannya ialah denganmenjalankan perdagangan bebas. Pelabuhan Banten kembali ramai dikunjungioleh para pedagangseperti Portugis, Inggris, Perancis, dan Denmark. Sultan Ageng giat membangun perniagaan rakyat Banten, sehingga mampu melakukanperniagaan dengan negara-negara lain, seperti Persia, Arab, danCina.

Kemajuan Banten merupakan ancaman tersendiri bagi VOC,karena Banten memberlakukan perdagangan bebas. Sebaliknya,bercokolnya VOC di Jayakarta merupakan batu perintang yangbesar bagi Banten. Hal ini karena kapal-kapal dagang yang akanberlabuh di Banten selalu diganggu oleh pelaut-pelaut VOC.Antara Banten dan VOC terlibat perang dingindan saling mencari waktu yang tepat untuk menyerang.

Sebaliknya, VOC lebih pandai memanfaatkan kesempatanyang terbuka. Ketika di Banten terjadi pertentangan antara SultanAgeng dan Sultan Haji anaknya, secara diam-diam VOC menjalinhubungan dengan Sultan Haji. Sultan Haji tidak segan-seganberperang dengan Sultan Ageng ayahnya sendiri danadik-adiknya dengan bantuan persenjataan dari VOC. Akhirnya,Sultan Ageng kalah dan turun tahta. Sebagai imbalan atas bantuan yang diberikannya, VOCmenuntut Sultan Haji menandatangani perjanjian yang sangatmerugikan rakyat Banten. Secara ringkas isi perjanjian itu sendiriseperti berikut.
  • Bangsa Inggris tidak boleh berniaga di Banten, karena waktuitu Inggris sering berlabuh dan berniaga di Banten.
  • Perdagangan Banten terutama ekspor lada dimonopoli olehVOC.

Sejak perjanjian itu ditandatangani pada tahun 1682,Kesultanan Banten telah kehilangan kedaulatannya. Sultan Hajiyang memerintah tidak lebih dari boneka yang menjalankansemua kebijakan VOC.Kesultanan Banten diperintah oleh Sultan Zainul Arifinpada tahun 1733 yang sangat dipengaruhi istrinya, yaitu RatuFatimah Syarifah, yang sangat populer di kalangan VOC. Ratu Fatimahmenghendaki menantunya, Pangeran Syarif Abdullah menjadiputra mahkota. Sultan Zainul Arifin yang dipengaruhi istrinyamengalah dan berniat mencabut kembali pengangkatan PangeranGusti yang telah dilakukannya. Untuk itu, Sultan Zainul Arifinmeminta persetujuan VOC.

Memperoleh perlakuan seperti itu, tentu saja PangeranGusti tidak menerima. Pangeran Gustioleh VOC dibuang ke Sailan (Srilangka). Sementara itu, SultanZainul Arifin ditangkap oleh VOC, dengan tuduhan tidak waras(gila), kemudian diasingkan ke Ambon. Sebagai penggantiSultan Banten diangkatlah Ratu Fatimah Syarifah. Atas jasamenggulingkan Sultan Zainul Arifin dan Pangeran Gusti ini, VOCmemperoleh imbalan berupa tanah di sekitar Cisadane, serta hakatas penambangan emas di Lampung.

Rakyat Banten tidak menerima kepemimpinan Ratu FatimahSyarifah, sehingga akhirnya meletus pemberontakan Bantenyang dipimpin oleh Ki Tapa dan Ratu Bagus Buang. Pasukan

Ki Tapa dan Ratu Bagus Buang menyerang ibu kota Bantendan mengepung istana, sehingga pasukan VOC kewalahan.VOC menyadari bahwa meletusnya perlawanan rakyat karenaketidaksenangannya terhadap kepemimpinan Ratu Syarifah danPangeran Syarif. Untuk itu, VOC menangkap Ratu Syarifah danPangeran Syarif dengan maksud untuk mengambil hati rakyatBanten. Meskipun keduanya telah ditangkap, tetapi perlawananrakyat Banten terus berlanjut.Pasukan Ki Tapa terus bertempur mengusir VOC dariBanten. Namun, akhirnya, perlawanan Ki Tapa ini pun berhasildilumpuhkan oleh VOC. Ki Tapa dan Ratau Bagus Buangmenyingkir dan meneruskan perlawanannya di daerah Bogordan Banten selatan.

c. Perlawanan Rakyat Mataram
Kesultanan Mataram berdiri pada tahun 1586 yang didirikanoleh Sutowijoyo. Pada masa pemerintahanSultan Agung (1613-1645), Kesultanan Mataram mencapaipuncak kejayaannya.Sultan Agung memiliki cita-cita yang tinggi, yakni ia inginmenyatukan seluruh kerajaan yang ada di Pulau Jawa yangberada dibawah komando Mataram. Sultan Agung beranggapanbahwa penghalang cita-citanya itu adalah VOC.Untuk memancing kemarahanVOC, Sultan Agung meminta kepada VOC untuk menerimakekuasaannya dan mengharuskan VOC menyerahkan upetisetiap tahun kepada Mataram sebagai tanda setia. Tentu sajapermintaan Sultan Agung itu ditolak.

Sultan Agung memutuskan untuk menyerang kedudukan VOCdi Batavia (Jayakarta). Serangan dilakukan sebanyak dua kali,yakni pada tahun 1628 dan tahun 1629. Kedua serangan itugagal, karena semua gudang perbekalan yang disimpan SultanAgung di sepanjang pesisir Priangan dibakar VOC.Menyadari kegagalan dalam melakukan perlawananbersenjata, Mataram melancarkan blokade ekonomi untukmelumpuhkan VOC di Batavia. Perniagaan beras dimonopolioleh negara dan tidak boleh diperdagangkan kepada VOC.

Setelah Sultan Agung wafat pada tahun 1645, kedudukansultan digantikan oleh putranya yang bergelar SunanAmangkurat I.Sunan Amangkuratdalam menjalankan politik pemerintahannya melakukan kerjasama dengan VOC. Pada tahun 1646 diadakan perjanjian bilateral antara SunanAmangkurat I dan VOC. Isi perjanjian tersebut sangat merugikanMataram. Adapun isi perjanjian itu di antaranya sebagaiberikut.
  • Mataram mengakui kedudukan/kekuasaan VOC di Bataviadan VOC mengakui kekuasaan Sunan Amangkurat I diMataram.
  • Apabila ada utusan Mataram yang akan bepergian ke luarnegeri akan diangkut oleh kapal-kapal VOC.
  • Kapal-kapal Kesultanan Mataram diperbolehkan melintasiSelat Malaka dengan izin VOC.
  • Mataram tidak diperkenakan mengadakan hubungandagang dengan Maluku.
  • Apabila terjadi peperangan, masing-masing tidak akansaling membantu musuh.
Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, Matarammengakui kedaulatan VOC.

d. Perlawanan Trunojoyo
Trunojoyo adalah Adipati Madura yang tidak menyukaikepemimpinan Sunan Amangkurat I yang memihak Belanda.Oleh karena ketidakpuasannya itu, Trunojoyo mengadakanpemberontakan yang dimulai dari Madura, terus ke Jawa Timurhingga ke daerah sekitar Jawa Tengah. Keraton Mataramberhasil diduduki dan Sunan Amangkurat I bersama putramahkota melarikan diri. Oleh Trunojoyo semua harta dan barangpusaka keraton diangkut ke Kediri sebagai pusat perlawananTrunojoyo.

Pelarian Sunan Amangkurat I bersama putranya bertujuanmencari bantuan VOC. Namun, dalam perjalanannya menujuBatavia, Sunan Amangkurat I meninggal dunia di Tegal Arumpada tahun 1677. Kemudian, ia diganti oleh putranya yangbergelar Sunan Amangkurat II. Dengan demikian, sejak tahun1677 Kesultanan Mataram diperintah oleh Sunan AmangkuratII. Segera mengadakan perjanjian dengan VOC mau membantumemadamkan pemberontakan Trunojoyo. Isi perjanjian ituseperti berikut.
  • VOC bebas berdagang di mataram, dan bebas dari kewajibanmembayar pajak pelabuhan.
  • Karawang dan sebagian daerah Priangan yang beradadi bawah kekuasaan Mataram diserahkan kepada VOC.Adapun yang menjadi batas wilayah Mataram dangan VOCadalah Sungai Cimanuk.
  • Daerah Semarang dan sekitarnya diserahkan kepada VOC.
  • Semua daerah pantai utara Jawa diserahkan kepada VOCselama Sunan Amangkurat II belum melunasi biaya perang.
Atas bantuan VOC, akhirnya Sunan Amangkurat II berhasilmemadamkan pemberontakan Trunojoyo tahun 1680. Setelahibu kota Mataram dipindahkan dari Plered ke Kartasura.
 
 


e. Pemberontakan Untung Surapati
Pangeran Purbaya, putra kedua Sultan Ageng Tirtayasaketika terjadi perang Banten
menyingkir ke daerah Prianganbersama para pengikutnya. Di Priangan mereka mengobarkanperlawanan kompeni dengan bantuan musuh-musuh kompeniyang berasal dari Makassar.Dalam berjuang melawan VOC, Pangeran Purbaya menjalankantaktik pura-pura. Ia mengirimkan kabar ke Batavia yangmenyatakan bahwa dirinya bersedia berdamai dengan VOC. Untuk melaksanakan perdamaian itu, VOC mengutusSurapati,didampingi oleh Bupati Sukapura dan DemangTimbanganten. Selain mengutus Surapati, VOC juga mengirimkanutusan seorang opsir Belandayangpangkatnya lebih rendah dari Surapati. Oleh utusan itu, Surapatidiperintahkan untuk tunduk. Tentu saja, Surapati merasa terhina,dan akhirnya Surapati menyerang laskar VOC hingga tungganglanggang. Surapati melarikan diri ke daerah Karawang, kemudianmengembara ke daerah Priangan. Atas perlawanan Surapati itu,VOC mengerahkan pasukannya untuk menangkap Surapati.

Surapati terus melanjutkan pengembaraannya hingga sampai keKartasura. Perginya Surapati ke Kartasura karena ia mendengarkabar, bahwa Sunan Amangkurat II berselisih dengan VOC.Di Mataram, Sunan Amangkurat II merasa berat denganperjanjian yang dipaksakan dan ditandatangani oleh VOC. Ketika Untung Surapati datang ke Kartasura, Sunan AmangkuratII menerimanya dengan tangan terbuka dengan harapan dapatdiajak bekerja sama menentang VOC.

VOCmengutus Kapten Tack beserta 150 anak buahnya.VOC meminta Sunan Amangkurat II agar menyerahkan Surapati,tetapi pasukan VOC ditumpas habis. Kapten Tack sendiriterbunuh dalam peristiwa itu. Untung Surapati menyadaribahwa VOC akan membalas kematian laskarnya. Untuk itu, iamenyingkir ke Pasuruan. Di sana ia diangkat sebagai AdipatiPasuruan dengan gelar Adipati Wiranegara.Tahun 1708, Sunan Amangkurat II meninggal, ia digantikanoleh putranya bernama Sunan Mas yang bergelar SunanAmangkurat III yang bertahta dari tahun 1703-1708. PergantianSunan Amangkurat II oleh Sunan Mas ternyata tidak direstuipamannya sendiri, Pangeran Puger. Ia menginginkan dapatmenggantikan kakaknya Sunan Amangkurat II menjadi sultan diMataram.

Oleh karena Sunan Amangkurat III tetap menunjukkanketidaksenangannya kepada VOC, dalam perikatan keluarga itu VOC memilih berpihak kepada Pangeran Pugar. Dengansombongnya, pada tahun 1709, VOC menobatkan PangeranPugar menjadi Sultan Mataram dengan gelar Pakubuwono Iyang berkuasa dari tahun 1705 sampai dengan tahun 1719, setelahterlebih dahulu Pangeran Pugar mengadakan perjanjian denganVOC. Adapun isi perjanjian itu ialah sebagai berikut.
  • Seluruh daerah Priangan dan bagian timur Madura, sertaCirebon diserahkan kepada VOC
  • Sunan dibebaskan dari semua utang-utangnya terdahulu,dan sebagai gantinya sunan harus menyerahkan 800 koyanberas setiap tahunnya selama 25 tahun kepada VOC
  • VOC akan menempatkan pasukannya untuk melindungiSunan
Sunan Amangkurat III yang dibantu oleh Untung Surapatiakhirnya berperang dengan Pakubowono I. Sementara,Pakubuwono I dibantu oleh VOC. Dalam pertempuran itu,Untung Surapati meninggal. Perjuangan Untung Surapatiselanjutnya diteruskan oleh kedua putranya hingga titik darahpenghabisan.
 
 
 
Search Populer:
  • perlawanan terhadap belanda di berbagai daerah
  • bentuk perlawanan terhadap belanda
  • perlawanan rakyat indonesia terhadap voc
  • berbagai perlawanan rakyat indonesia terhadap pemerintah belanda
  • perlawanan rakyat terhadap kolonialisme di berbagai daerah
  • menyebutkan berbagai perlawanan rakyat indonesia terhadap pemerintah belanda
  • sebutkan berbagai perlawanan rakyat indonesia terhadap pemerintah belanda
  • perlawanan rakyat indonesia terhadap pemerintahan belanda
loading...

Artikel Terkait

Previous
Next Post »