pengertian Pasar dan Bentuk Pasar dalam Kegiatan Ekonomi Masyarakat ( Artikel Lengkap )

August 15, 2017
Pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Pasar peserta terdiri dari semua pembeli dan penjual yang baik yang memengaruhi harganya. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarakat. Pasar mengizinkan semua item yang diperdagangkan untuk dievaluasi dan harga. Sebuah pasar muncul lebih atau kurang spontan atau sengaja dibangun oleh interaksi manusia untuk memungkinkan pertukaran hak (kepemilikan) jasa dan barang. Pasar adalah sarana bertemunya pembeli dan penjual, baik  secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan  kegiatan transaksi jual beli.

Fungsi Pasar
Adapun fungsi pasar dalam kegiatan ekonomi dapat  dibedakan ke dalam tiga kelompok berikut.

a. Fungsi Distribusi
Pasar sebagai alat distribusi berfungsi mendekatkan jarak  antara konsumen dengan produsen dalam melakukan transaksi.  Contohnya, jika kita ingin membeli buku, kita tidak perlu  mencarinya di pabrik buku, tetapi cukup pergi ke toko buku  terdekat untuk mendapatkannya. Begitu juga produsen, untuk  memasarkan produknya tidak harus datang ke rumah-rumah  tetapi cukup datang ke pasar karena di sana sudah  banyak calon pembeli produknya.

b. Fungsi Pembentukan Harga
Sebelum terjadi transaksi jual beli, antara  penjual dan pembeli sebenarnya telah terjadi proses  tawar-menawar. Dalam proses tersebut keinginan  kedua pihak digabungkan untuk menentukan  harga kesepakatan atau harga pasar. Setelah mereka  sepakat barulah terjadi transaksi jual beli.

c. Fungsi Promosi
Agar produk yang dihasilkan dapat laku di  pasaran, langkah yang harus dilakukan ialah dengan  mengenalkannya secara luas kepada masyarakat,  salah satunya dengan promosi. 


Baca Juga:

Jenis-Jenis Pranata Sosial ( Artikel Lengkap )



Jenis-Jenis Pasar 
a. Berdasarkan sifat/wujud barang dan cara penyerahan nya,  pasar terbagi ke dalam dua kelompok.
  • Pasar konkret, pembeli dapat melihat dan meraba langsung  barang yang akan dibeli sehingga yakin akan kualitasnya.  Contoh: pasar tempat kita berbelanja sehari-hari.
  • Pasar abstrak, pembeli melakukan transaksi tanpa melihat  langsung barang yang di beli, cukup hanya lewat telepon  saja. Contoh: pembeli memesan seporsi ayam di KFC hanya  melalui telepon.
b. Berdasarkan luas wilayah kegiatannya, pasar terbagi ke  dalam empat macam.
  • Pasar lokal adalah pasar yang daerah pemasarannya hanya  meliputi daerah tertentu. Contoh: karena pengaruh budaya,  permintaan kain batik di Yogyakarta tinggi, sehingga pasar-pasar  di provinsi ini banyak menjual kain batik.
  • Pasar nasional adalah pasar yang daerah pemasaran nya  meliputi wilayah satu negara atau bangsa tertentu. Contoh:  pasar modal dan pasar tenaga kerja.
  • Pasar regional adalah pasar yang daerah pemasaran nya  meliputi beberapa negara pada suatu wilayah tertentu.  Pasar regional biasanya diwadahi oleh perkumpulan  atau kelompok negara-negara tertentu, seperti kerja sama  perdagangan negara-negara Asia Tenggara. Contoh: pasar  beras dan pasar pupuk.
  • Pasar internasional adalah pasar yang wilayah pemasaran nya mencakup seluruh kawasan di dunia. Komoditi yang  dijual pun merupakan produk yang di butuhkan semua  masyarakat dunia. Oleh karena itu, pasar ini disebut juga  sebagai pasar dunia. Contoh: pasar kopi di Santos Brazil,  perdagangan minyak bumi dan gas.
c. Berdasarkan organisasi pasar:
  • Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang banyak  penjual dan pembelinya, sehingga baik penjual maupun  pembeli tidak dapat menentukan harga sendiri. Ciri-ciri  pasar tersebut sebagai berikut:  a) Penjual dan pembeli banyak  b) Barang yang diperjualbelikan bersifat homogen  c) Penjual dan pembeli bebas keluar masuk pasar tanpa  hambatan  d) Pengetahuan penjual dan pembeli tentang pasar sempurna
  • Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang di kuasai  oleh satu atau beberapa penjual, jumlah penjual lebih sedikit  dari jumlah pembeli. Adapun ciri-cirinya pasar tersebut  sebagai berikut.  a) Jumlah penjual sedikit  b) Barang yang diperjualbelikan bersifat tidak homogen  c) Terdapat hambatan untuk memasuki pasar  d) Pengetahuan pembeli tentang pasar terbatas
d. Berdasarkan waktu penyelenggaraannya:
  • Pasar harian adalah pasar yang penyelenggaraannya dilakukan  setiap hari. Pasar ini
    biasanya menjual barang-barang  kebutuhan pokok sehari-hari. Contoh: pasar induk, pasar  baru.
  • Pasar mingguan adalah pasar yang diselenggarakan  hanya satu hari dalam satu minggu. Biasanya pasar ini  diselenggarakan di daerah yang penduduknya sedikit atau di  pedesaan. Lokasinya berpindah-pindah sehingga penamaan  pasar pun disesuaikan dengan tempatnya. Contoh: Pasar  Senin, Pasar Kamis, Pasar Jumat.
  • Pasar bulanan adalah pasar yang penyelenggaraan nya  dilakukan sebulan sekali. Pasar jenis ini banyak ditemukan  di daerah yang dekat pabrik. Dibuka setiap awal bulan  menyambut para karyawan gajian. Contoh: pasar hasil  industri dan hasil seni.
  • Pasar tahunan adalah pasar yang diselenggarakan nya sekali  dalam setahun. Pasar jenis ini ada yang ber sifat nasional  ada pula yang bersifat internasional, sehingga dalam setiap  penyelenggaraannya sering kali dijadikan ajang promosi dan  pameran bagi produk-produk tertentu. Contoh: Pekan Raya  Jakarta (PRJ).
e. Berdasarkan jenis-jenis barang yang diperjualbelikan:
  • Pasar barang konsumsi adalah pasar yang menjual barangbarang  yang secara langsung dapat di konsumsi. Contoh:  pasar ikan, pasar beras, pasar sayur-mayur.
  • Pasar barang produksi adalah pasar yang menjual faktorfaktor  produksi. Contoh: pasar tenaga kerja, pasar modal,  pasar mesin-mesin produksi, dan pasar bibit tanaman.
loading...

Artikel Terkait

Previous
Next Post »