Pengerrtian Fotosintesis dan Penjelasannya Lengkap

August 28, 2017
Fotosintesis adalah proses pembuatan energi atau zat makanan/glukosa yang berlangsung atas peran cahaya matahari (photo = cahaya, synthesis = proses pembuatan/pengolahan) dengan menggunakan zat hara/mineral, karbon dioksida dan air. Makhluk hidup yang mampu melakukan fotosintesis adalah tumbuhan, alga dan beberapa jenis bakteri. Fotosintesis sangat penting bagi kehidupan di bumi karena hampir semua makhluk hidup bergantung pada energi yang dihasilkan oleh proses fotosintesis.

Fungsi Fotosintesis
  1. Fungsi utama fotosintesis untuk memproduksi zat makanan berupa glukosa. Glukosa menjadi bahan bakar dasar pembangun zat makanan lainnya, yaitu lemak dan protein dalam tubuh tumbuhan. Zat-zat ini menjadi makanan bagi hewan maupun manusia. Oleh karena itu, kemampuan tumbuhan mengubah energi cahaya (sinar matahari) menjadi energi kimia (zat makanan) selalu menjadi mata rantai makanan.
  2. Fotosintesis membantu membersihkan udara, yaitu mengurangi kadar CO₂ (karbon dioksida) di udara karena CO₂ adalah bahan baku dalam proses fotosintesis. Sebagai hasil akhirnya, selain zat makanan adalah O₂ (Oksigen) yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan.
  3. Kemampuan tumbuhan berfotosintesis selama masa hidupnya menyebabkan sisa-sisa tumbuhan yang hidup masa lalu tertimbun di dalam tanah selama berjuta-juta tahun menjadi batubara menjadi salah satu sumber energi saat ini.

Proses Fotosintesis
Fotosintesis adalah mengolah bahan sederhana menjadi bahan yang lebih kompleks dengan bantuan sinar matahari. Bahan sederhana tersebut adalah air dan gas karbon dioksida. Proses reaksi fotosintesis di dalam daun dapat ditulis sebagai berikut
 
 
Fotosintesis terjadi dalam dua rangkaian reaksi kimia yang berurutan. Pada rangkaian reaksi pertama, dikenal sebagai reaksi terang. Reaksi ini membutuhkan cahaya matahari. Pada reaksi terang, klorofil menangkap dan menyerap cahaya matahari dan menyimpan energi matahari. Di sini terjadi pemecahan molekul air menjadi hidrogen dan oksigen. Sedang pada reaksi gelap tidak membutuhkan cahaya matahari. Pada reaksi gelap terjadi penggabungan antara gas karbondioksida (CO₂) yang diambil dari udara dengan hidrogen hasil pemecahan molekul air dengan bantuan energi yang telah disimpan dari hasil reaksi terang, untuk dijadikan glukosa dan menghasilkan oksigen (O₂) yang nanti dilepas di udara. Jadi hasil reaksi terang adalah oksigen dan hidrogen, sedang pada reaksi gelap dihasilkan gula (C₆HnO₆) dan oksigen.

Bagian Daun yang Berperan dalam Fotosintesis
Daun yang mengandung kloroplas berperan untuk proses fotosintesis. Jaringan-jaringan pada daun yang banyak mengandung klorofil, yaitu palisade parenkim (jaringan pagar). Oleh karena itu, bagian palisade parenkim berperan penting di dalam fotosintesis, karena memiliki jumlah klorofil paling banyak. Jaringan spons juga memiliki klorofil tetapi tidak sebanyak pada palisade parenkim. Jaringan spons parenkim dan palisade parenkim merupakan daerah mesofil. Jadi, daerah mesofil berperan penting dalam fotosintesis.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Fotosintesis

Tumbuhan dalam melaksanakan fotosintesis sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut.

1. Cahaya Matahari
Cahaya matahari merupakan sumber energi yang paling besar dan tidak akan habis. Semua makhluk hidup sangat tergantung dari sumber energi tersebut. Proses fotosintesis tidak akan berjalan tanpa sinar matahari karena klorofil tidak mampu mereaksikan air dan karbon dioksida. Cahaya akan diserap pada bagian mesofil daun yang banyak mengandung klorofil.

2. Klorofil
Daun berwarna hijau karena mengandung klorofil. Klorofil merupakan bagian yang sangat penting, karena klorofil mampu mengubah energi matahari menjadi energi kimia sehingga proses fotosintesis dapat berjalan. Untuk membentuk klorofil dibutuhkan garam mineral seperti Mg, N, dan Fe yang diambil dari dalam tanah oleh akar. Agar tumbuh-tumbuhan subur dan daunnya kelihatan hijau diperlukan pupuk yang mengandung unsur-unsur yang dibutuhkan tersebut.

3. Air (H₂O)
Air yang cukup sangat dibutuhkan dalam proses fotosintesis. Jika kekurangan air daun-daun akan layu, sel-sel tumbuhan akan kekurangan air sehingga protoplasma dalam sel kering, terutama pada daun. Hal ini mengakibatkan mulut daun (stomata) menutup, akibatnya bahan pokok yang lain yaitu karbon dioksida (CO₂) tidak dapat berdifusi masuk ke dalam daun, sehingga proses fotosintesis tidak berjalan.

4. Karbon dioksida (CO₂)
Karbon dioksida (CO₂) yang ada di udara merupakan komponen yang penting selain air untuk proses fotosintesis. Karbon dioksida masuk ke daun melewati stomata.
 


5. Oksigen (O₂)
Kadar oksigen di udara lebih banyak dibanding dengan kadar karbon dioksida (CO₂). Tumbuhan memang bernapas membutuhkan oksigen tetapi kebutuhan karbon dioksida harus tercukupi. Jika kadar O₂ meningkat di udara, hal tersebut dapat menghambat proses fotosintesis, karena adanya persaingan antara oksigen dan karbon dioksida dalam mendapat hidrogen.

6. Suhu
Setiap makhluk hidup membutuhkan suhu optimal agar dapat hidup dengan baik. Jika suhu terlalu panas maka enzim-enzim yang ada akan rusak tetapi jika suhu terlalu dingin pun enzim-enzim tidak berfungsi. Agar dapat bekerja dengan baik dibutuhkan suhu sekitar 10 - 35oC. Coba perhatikan udara yang ada di daerah pegunungan. Di samping udaranya lembap, suhunya juga sesuai, maka proses fotosintesis akan berjalan baik. Oleh karena itu, di pegunungan terasa sejuk dan segar
loading...

Artikel Terkait

Previous
Next Post »