Kondisi Geografis dan Penduduk di Indonesia ( Artikel Lengkap )

August 13, 2017
Kondisi Geografis dan Penduduk. Dalam usaha memahami perkembangan lingkungannya,diharapkan manusia dapat mengenali unsur-unsur lingkunganmyang berpengaruh terhadap kehidupannya, baik unsur fisik(alam) maupun unsur sosial. Unsur lingkungan fisik disebutsebagai kondisi geografis, sedangkan unsur lingkungan sosialdalam ilmu geografi lebih mengarah kepada kondisi pendudukyang dipengaruhi kondisi geografisnya. Oleh karena ituketerkaitan antara kondisi geografis dengan kondisipenduduknya sangat erat.

1. Kondisi Geografis suatu Wilayah
Yang termasuk unsur-unsur lingkungan fisik geografismeliputi unsur letak, relief, cuaca dan iklim, jenis tanah, floradan fauna, sumber daya air dan kelautan, serta sumber dayamineral.Berkaitandengan usaha memahami ciri-ciri unsur lingkungan fisikgeografis suatu wilayah, kita coba menerapkannya dalammengkaji kondisi geografis wilayah Indonesia.

a. Letak
Kondisi letak suatu wilayah biasanya berhubungan denganunsur lokasi, posisi, batas, bentuk, dan luas. Setelah kalianmengamati peta ASEAN di atas, maka kalian akan memperolehfakta tentang kondisi letak geografis wilayah Indonesia sebagaiberikut.
  • Lokasi wilayah Indonesia berada di kawasan AsiaTenggara.
  • Posisi astronomis wilayah Indonesia berada di antara 60LU-110LS dan 950BT-1410BT.
  • Posisi geografis wilayah Indonesia berada di antara BenuaAsia dan Australia serta di antara Samudra Pasifik danSamudra Hindia.
  • Batas-batas wilayah Indonesia, sebelah utara dengan LautAndaman, Selat Malaka, Selat Singapura, Laut Cina Selatan,negara Malaysia, negara Filipina, Laut Sulawesi, danSamudra Pasifik. Di sebelah selatan berbatasan denganSamudra Hindia, Laut Timor, negara Timor Leste, dan LautArafura. Di sebelah barat berbatasan dengan SamudraHindia, dan di sebelah timur berbatasan dengan negaraPapua Nugini.
  • Wilayah negara Indonesia berbentuk Kepulauan(archipelago) dengan jumlah seluruh pulaunya 17.504 buah.
  • Luas wilayah Indonesia 5.193.252 km2, terbagi atas wilayahdaratan seluas 1.904.569 km2 dan wilayah lautan seluas3.288.683 km2. Sehingga perbandingan antara luas wilayahdaratan dan lautan 2:3.

b. Relief
Relief atau topografi, adalah keadaan tinggi-rendahnyabentuk permukaan bumi. Penampakan alam yang berhubungandengan relief wilayah daratan terdiri atas pegunungan, gunung,dataran tinggi, dataran rendah, lembah, dan dataran pantai.Sedangkan relief wilayah perairan daratan berupa danau,sungai, rawa, teluk, selat, dan terusan. Penampakan alam reliefwilayah perairan laut atau relief dasar laut, terdiri atas bentukpaparan benua, lereng benua, lubuk laut, palung laut, punggunglaut, ambang laut, dan gunung laut.Penampakan alam bentuk relief suatu wilayah dipermukaan bumi pada peta, sering disajikan dalam bentuktampilan simbol-simbol warna.

Dengan memperhatikan peta relief wilayah Indonesia diatas, maka kitaakan mendapatkan informasi tentang kondisirelief wilayah Indonesia, antara lain.

1) Berdasarkan reliefnya, bentuk muka bumi Indonesia dibagimenjadi tiga wilayah, yaitu:
  • relief wilayah Indonesia Barat, meliputi kawasan PulauJawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, dan perairan disekitarnya. Relief dasar laut wilayah perairan ini disebutPaparan/Dangkalan Sunda dengan kedalaman kurangdari 200 m.
  • relief wilayah Indonesia Tengah, meliputi kawasanPulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, Kepulauan NusaTenggara, dan perairan sekitarnya. Relief dasar lautwilayah ini merupakan laut dalam di atas 200 m.
  • relief wilayah Indonesia Timur, meliputi kawasanKepulauan Aru, Pulau Misool, Pulau Salawat, PulauArafura, Kepulauan Tanimbar, Pulau Papua, danperairan sekitarnya. Relief dasar laut wilayah ini disebutPaparan/Dangkalan Sahul dengan kedalaman kurangdari 200 m.

2) Relief daratan Indonesia didominasi oleh relief berupa.
  • Pegunungan, yaitu bagian muka bumi yang lebih tinggidari daerah sekitarnya dengan bentuk memanjang.
  • Gunung, yaitu bagian muka bumi yang lebih tinggidaerah sekitarnya dengan bentuk seperti bidangkerucut.
  • Dataran Tinggi, adalah wilayah permukaan bumi yanglebih tinggi dari daerah sekitar dan pada bagian atasnyamendatar.
  • Dataran Rendah, yaitu bagian permukaan bumi yanglebih rendah dari daerah sekitar berbentuk dataran.
  • Pantai, yaitu wilayah daratan yang paling rendahberbatasan dengan perairan laut.

Baca Juga:

Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia Lengkap




c. Cuaca dan Iklim
Dalam ilmu geografi yang termasuk unsur-unsur cuaca daniklim, yaitu curah hujan, arah angin, tekanan udara, suhuudara, dan kelembaban udara. Unsur-unsur cuaca dan iklimmerupakan bagian dari kondisi geografis.
Ciri kondisi cuaca dan iklim yang terjadi di Indonesiasebagai berikut.
  • Kondisi iklim Indonesia dipengaruhi angin muson, yaituangin yang bertiup setiap enam bulan sekali dan selaluberganti-ganti arah. Adanya perubahan arah angin musonini mengakibatkan kondisi iklim di Indonesia terbagi menjadidua musim setiap tahunnya, yaitu musim kemarau danmusim penghujan. Antara periode bulan April – Septemberberhembus angin muson tenggara yang membawapengaruh musim kemarau. Sebaliknya antara periode bulanSeptember – April berhembus angin muson barat yangmengakibatkan musim penghujan.
  • Indonesia dilalui garis khatulistiwa, maka wilayahnyamendapat pemanasan sinar matahari yang cukup sepanjangtahun. Akibatnya tingkat penguapan tinggi, udara cukupbanyak mengandung uap air, dan hujan sering turun.Walaupun musim kemarau, tetapi dengan kondisi tingkatpenguapan yang cukup tinggi, maka di beberapa tempatwilayah Indonesia sering terjadi hujan.
  • Wilayah Indonesia terletak di antara dua samudra yang luas,sehingga kondisi iklim di Indonesia mendapat pengaruhiklim laut yang lembab. Kandungan uap air di udarasebagian besar berasal dari hasil penguapan perairan laut.Jadi semakin luas wilayah laut yang dilalui sinar matahari,semakin tinggi tingkat penguapan maka kondisi udarasemakin lembab.
d. Flora dan Fauna
Fauna adalah jenis hewan yang hidup di suatu kawasan.Sedangkan flora, adalah spesies tumbuh-tumbuhan yanghidup di suatu kawasan dan tumbuh secara alami. Flora dan fauna bisa menjadisumber kehidupan yang dapat diambil manfaatnya untukmemenuhi kebutuhan hidup manusia, yaitu sebagai sumberbahan makanan, pakaian, perumahan, alat transportasi, danlain-lain.
Menurut kondisi geografis wilayahnya,jenis flora dan fauna di Indonesia terbagi menjadi tiga macamtipe, sebagai berikut.
  • Tipe Asiatis, yaitu tipe flora dan fauna yang sejenis dengandi daratan Asia dan hidup di wilayah Indonesia bagian barat(Sumatra, Jawa, dan Kalimantan).
  • Tipe Australia, yaitu tipe flora dan fauna yang sejenisdengan di daratan Australia dan hidup di bagian timurwilayah Indonesia (Papua dan pulau-pulau sekitarnya).
  • Tipe peralihan, yaitu tipe flora dan fauna yang tidak dijumpai di Daratan Asia maupun Australia. Tipe jenis inihidup di wilayah Indonesia bagian tengah (Sulawesi danKepulauan Nusa Tenggara).
e. Jenis Tanah
Tanah merupakan bagian lapisan pembentuk kulit bumi palingatas dan sangat tipis yang terbentuk dari berbagai campuranbatuan induk yang telah lapuk, air, udara, jasad tumbuhan danbinatang yang telah mati. Jenis tanah yang tersebar di berbagaiwilayah tidak sama, hal ini disebabkan oleh adanya perbedaanjenis batuan induk, curah hujan, kekuatan pancaran sinarmatahari, bentuk muka bumi, tumbuhan penutup tanah, danpengaruh aktivitas makhluk hidup.
Jenis tanah yang tersebar di Kepulauan Indonesia berjumlahsekitar 22 jenis tanah. Tidak semua jenis tanah tersebut subur,bergantung kepada ada tidaknya tiga unsur penyebabkesuburan tanah, yaitu unsur hara, kandungan air, dan susunanbutir tanah. Tanah yang paling dikenal di Indonesia karenatingkat kesuburannya cukup tinggi, antara lain tanah vulkanik(berasal dari pelapukan abu vulkanik), tanah aluvial (hasilendapan erosi di sekitar aliran sungai), tanah humus (hasilpembusukan bahan-bahan organik), tanah podzolit (tanah dipegunungan dengan tinggi curah hujan). Jenis tanah lain tapikurang subur yaitu tanah gambut (tanah rawa) dan tanah kapur(tanah di daerah berkapur)..
 
 


f. Sumber Daya Air dan Kelautan
Sumber daya air yang ada di daratan dan sumber dayakelautan, merupakan potensi gejala alam yang sangatdibutuhkan oleh makhluk hidup khususnya manusia. Sumber daya air adalah segala potensi air yang dikandungudara, di permukaan bumi, di dalam tanah, dan proses yangmenyertai yang dapat memberikan manfaat untuk kepentingansemua makhluk hidup. Bentuk-bentuk sumber daya air didaratan terdiri dari sungai, danau rawa, air rawa, air mata air(air tanah), dan air artesis. Di Indonesia bentuk-bentuk sumberdaya air ini hampir tersebar merata di seluruh wilayah

Sumber daya kelautan adalah segala potensi yangdikandung oleh permukaan, di dalam, dan di dasar laut yangdapat memberikan manfaat. Sumber daya kelautan dapat kitamanfaatkan sebagai sumber perikanan, energi, jalur transportasi,keseimbangan iklim bumi, persediaan air, obat-obatan, saranaolah raga, dan lain-lain. 71% wilayah negara Indonesiamerupakan wilayah perairan laut yang tersebar meratamenyatukan seluruh pulau dan kaya dengan berbagai jenisspesies ikan serta hasil-hasil laut lainnya, seperti rumput laut,berbagai jenis karang, mutiara, garam, mineral, agar-agar, lain-lain.

g. Sumber Daya Mineral
Sumber daya mineral adalah segala potensi alam berupabahan galian yang terdapat pada perut bumi diperoleh melaluiproses pertambangan (eksplorasi). Oleh karena itu sumber dayamineral sering disebut sebagai bahan galian tambang. Sumber daya mineral meliputi barang-baranggalian tambang berupa energi migas dan nonmigas, minerallogam, serta batu nonlogam. Contohnya, minyak bumi, batubara, bauksit, timah, nikel, tembaga, besi, perak, emas, aspalalam, belerang, gas alam, dan lain-lain.
2. Kondisi Penduduk Suatu Wilayah
Penduduk adalahorang-orang yang mendiami suatu wilayah di muka bumi.Kondisi penduduk tiap wilayah di permukaan bumi berbeda-beda,perbedaan ini dapat dilihat dari faktor kuantitas dankualitasnya. Kuantitas penduduk adalah kondisi penduduk disuatu wilayah berkenaan dengan faktor jumlah, tingkatpertumbuhan, susunan, tingkat kepadatan, dan persebarannya.Sedangkan kualitas penduduk adalah kondisi penduduk disuatu wilayah berkenaan dengan faktor sumber dayamanusianya yang meliputi aspek tingkat pendidikannya, tingkatkesehatannya, dan perekonomiannya.

a. Kuantitas Penduduk
Secarakuantitasnya terdapat tiga permasalahan utama pendudukyang dihadapi Indonesia, yaitu jumlah penduduk yang besar,tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, dan persebaranpenduduk yang tidak merata.Jumlah penduduk Indonesia berada pada urutan ke empatsetelah negara Cina, India, dan Amerika Serikat. Dari hasilpencacahan jiwa yang di lakukan di Indonesia menunjukkanbahwa jumlah penduduknya terus bertambah. Diperkirakanpada tahun 2005 kondisi jumlah penduduk Indonesia mencapai241.973 jiwa.

Faktor-faktoryang menyebabkan terjadinya perubahanpenduduk yaitu kelahiran (fertilitas), kematian(mortalitas), dan perpindahan (migrasi).Bertambah atau berkurangnya jumlahpenduduk dinamakan pertumbuhanpenduduk. Kondisi laju pertumbuhan diIndonesia terus mengalami peningkatan daritahun ke tahun. Sebagai contoh lajupertumbuhan penduduk Indonesia antaratahun 1990-2000 sebesar 1,49%, kemudianantara tahun 2000-2003 terjadi kenaikan,yakni mencapai 1,5%. Berikut ini disajikanpeta pertumbuhan penduduk Indonesia tahun1990-2000 dan tahun 2000-2003.

Indonesia memiliki masalah persebaran penduduk yangtidak merata dari tiap pulau dan provinsinya. Persebaranpenduduk berkaitan dengan kepadatan penduduk. Kepadatanpenduduk adalah angka yang menunjukkan perbandinganjumlah rata-rata penduduk dalam satuan wilayah seluas satukilometer persegi. Faktor-faktor lingkungan geografis yangmempengaruhi persebaran penduduk, antara lain lokasi, iklim,relief, tanah, sumber daya alam, sumber daya air, dankebudayaan.

b. Kualitas Penduduk
Menyangkut permasalahan kondisi kualitas penduduk yangdi hadapi oleh Indonesia, antara lain meliputi kondisi tingkatpendidikan, kesehatan, dan perekonomian. Masalah yangdihadapi bidang pendidikan di Indonesia, yaitu masihrendahnya tingkat pendidikan yang dicirikan oleh jumlah saranadan prasarana yang belum tersebar merata, dan pendapatan per kapitapenduduk yang masih rendah sehingga banyak anak putussekolah.

Permasalahan di bidang kesehatan, yaitu masihburuknya kondisi gizi untuk kebutuhan ibu dan bayi, sehinggatingkat kematian bayi masih tinggi, angka usia harapan hiduprendah, kondisi lingkungan masih rendah menyebabkan timbulnyaberbagai penyakit, seperti DBD dan flu burung, ketersediaan saranadan prasarana kesehatan masih minim terutama di daerah-daerahterpencil. Di bidang perekonomian, yaitu masih rendahnya dayabeli masyarakat terhadap kebutuhan barang-barang pokokdisebabkan tingkat pendapatan per kapita rata-rata masyarakatmasih di bawah standar kelayakan hidup, tingkat penganggurantinggi karena pertambahan jumlah penduduk tidak diimbangidengan penyediaan lapangan pekerjaan.


Baca Juga:

Bentuk dan Ciri-ciri Peninggalan Hindu-Buddha ( Artikel Lengkap )



3. Kaitan antara Kondisi Geografis dengan KeadaanPenduduknya
Kondisi geografis mempengaruhi kehidupan sosial ekonomipenduduk wilayah tertentu. Oleh sebab itu, manusia dengan segalakecerdasan dan kemauannya berusaha menyesuaikan diri dengankondisi lingkungan geografisnya atau berupaya mengubah kondisilingkungan tersebut sesuai dengan kepentingannya. Adanyakeragaman kondisi geografis tiap wilayah memunculkan corak matapencaharian, pola-pola permukiman, tradisi, adat-istiadat, dan aspekkehidupan sosial lainnya.

a. Kehidupan di Wilayah Pantai
Penduduk yang tinggal di wilayah ini umumnyamenyelaraskan dirinya sebagai nelayan. Adapun pola permukimanpenduduk di wilayah ini berbentuk permukiman yang tersebarsecara memanjang (pola linier) mengikuti garis pantai.Di Indonesia, kota-kotapelabuhan yang berkembang pesat, misalnya Jakarta danSurabaya. Akibatnya aktivitas kehidupan masyarakat di wilayahpantai banyak yang berpindah profesi, misalnya menjadipedagang, pelayanan jasa, dan lain sebagainya.

b. Kehidupan di Wilayah Dataran Rendah
Penduduk di daerah dataran rendah bertempat tinggaldengan membentuk pola permukiman dengan bentuk linieryang tersebar sejajar dengan arah jalan dan jalur aliran sungai.Adapun pola pemukiman penduduk di daerah kota terutamayang dekat dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi memiliki polapermukiman dengan bentuk terpusat atau tersebar melingkaripusat-pusat perekonomian.

Di daerah dataran rendah, umumnya bentuk matapencaharian penduduk lebih berorientasi kepada bidangpertanian khususnya di daerah pedesaan. Kegiatan pertanianyang dikembangkan yaitu pertanian yang menghasilkantanaman pangan dan tanaman komoditas. Di wilayah-wilayahyang telah maju, telah berkembang pula kegiatan pendudukyang berorientasi kepada bidang perdagangan, komunikasi,transportasi, dan kepariwisataan. Di samping itu, wilayahdataran rendah banyak dimanfaatkan untuk kepentinganpembangunan gedung-gedung pusat pemerintahan, pusatpendidikan, pusat perbelanjaan, dan lain-lain.

c. Kehidupan di Wilayah Pegunungan
Penduduk yang berada di lokasi ini ada yang tinggal denganmembentuk pola permukiman terpusat sekitar lokasi wisata danpenambangan, ada pula yang bergerombol di sekitar lokasi
tanah perkebunan dan kehutanan terutama mereka selalumendekati daerah-daerah sumber air.Sebagian besar kondisi mata pencaharian penduduk yangtinggal di wilayah ini, berorientasi kepada bidang perkebunandan kehutanan. Di daerah-daerah yang kondisi lapisantanahnya banyak mengandung bahan-bahan tambang, otomatismereka beraktivitas di bidang penggalian barang-barangtambang. Untuk wilayah-wilayah pegunungan yang dijadikankawasan wisata, maka orientasi mata pencaharian penduduklebih memilih untuk berdagang atau pelayanan jasa.


Sumber:
http://www.mediabelajar.cf/2013/10/kondisi-geografis.html
loading...

Artikel Terkait

Previous
Next Post »