Pengertian Produk Domestik Bruto (PDB) LENGKAP!!

November 04, 2017 1

Pengertian Produk Domestik Bruto (PDB)

Pengertian Produk Domestik Bruto (PDB) adalah nilai pasar semua barang serta jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada jangka waktu periode tertentu. Pengertian Produk Domestik Bruto (PDB) adalah salah satu cara menghitung pendapatan nasional.

Pengertian Produk Domestik Bruto (PDB) dapat diartikan sebagai nilai keseluruhan semua jasa dan barang yang diproduksi pada wilayah tersebut dan dalam jangka waktu tertentu (pada umumnya per tahun). PDB berbeda dengan produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan-pendapatan yang berasal dari faktor produksi luar negeri yang bekerja di negara tersebut.

Terdapat beberapa pengertian produk domestik bruto (PDB). Pada intinya, PDB adalah nilai moneter dari seluruh produksi barang yang diproduksi oleh negara pada periode tertentu. Adapun PDB pada umumnya dihitung dalam periode tahunan (Investopedia, 2012).

Pengertian Produk Domestik Bruto (PDB)

Menurut Gregory Mankiw, pengertian Produk Domestik Bruto (PDB) terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Seluruh pengeluaran yang digunakan untuk barang jadi serta jasa yang diproduksi dalam negeri; atau
2. Seluruh pendapatan yang dihasilkan oleh pemilik-pemilik faktor produksi dalam negeri.

Produk Domestik Bruto (PDB) biasanya dipakai sebagai indikator baik atau buruknya perekonomian negara serta tolok ukur kesejahteraan masyarakat di negara tersebut. Bagi para ekonom, ahli statistika, dan juga wartawan perhitungan pendapatan nasional dapat memberikan informasi mendalam yang dapat digunakan guna memproyeksi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

Meskipun perhitungan pendapatan nasional bukan merupakan ilmu yang pasti, namun perhitungan tersebut dapat memberikan informasi tentang kinerja ekonomi dan bagaimana pendapatan/produksi dihasilkan dan pengeluaran dialokasikan.

Kritik terhadap penggunaan produk domestik bruto (PDB) adalah banyaknya transaksi yang tidak tercatat dan dilaporkan kepada pemerintah. Ada yang bilang bahwa PDB bukan hanya bertujuan untuk mengukur kesejahteraan materi, namun PDB juga dapat mengukur produktivitas sebuah Negara.

Produk Domestik Bruto hanya menghitung total produksi suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi tersebut dilakukan dengan menggunakan faktor produksi dalam negeri atau tidak. Begitu juga dengan sebaliknya, Produk Nasional Bruto (PNB) memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan pada negara tersebut.

PDB Nominal merujuk kepada nilai produk domestik bruto tanpa memperhatikan pengaruh dari harga. Sedangkan PDB riil (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Konstan) yaitu mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh harga.

Produk Domestik Bruto dapat dihitung dengan menggunakan 2 pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran serta pendekatan pendapatan. Rumus umum yang digunakan untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah :

PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor - impor)

Pengertian konsumsi adalah suatu pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi yang dilakukan oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah yang dilakukan oleh pemerintah, serta ekspor dan impor yang melibatkan sektor luar negeri.

Dari rumus tersebut, apabila konsumsi bertambah maka berpengaruh pada PDB yang meningkat pula. Begitu juga dengan Investasi, pengeluaran pemerintah, serta ekspor bersih apabila mengalami peningkatan maka jumlah PDB juga meningkat, hal ini karena komponen-komponen tersebut berada pada satu fungsi linier. Oleh sebab itu, setiap negara harus selalu berusaha untuk meningkatkan konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan juga nilai ekspor bersih.

Rumus umum yang digunakan untuk pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi adalah :

PDB = sewa + upah + bunga + laba

Pengertian sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk yang memiliki modal, serta laba untuk pengusaha.

Secara teori, PDB dengan mengguankan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Akan tetapi, dalam praktek menghitung PDB dengan menggunakan pendekatan pendapatan sulit untuk dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan pengeluaran.

PDB suatu negara yang berbeda dapat dibandingkan dengan cata menukar nilainya dalam mata uang lokal menurut :

1) Nilai tukar mata uang saat ini : PDB dihitung sesuai nilai tukar yang digunakan dalam pasar mata uang internasional, atau
2) Nilai tukar keseimbangan kemampuan berbelanja : PDB dihitung sesuai dengan keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP) pada setiap mata uang relatif kepada standar yang sudah ditentukan (pada umumnya dollar AS).

Peringkat relatif negara-negara besar kemungkinan dapat berbeda jauh antara satu metode dengan metode lainnya.

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Teori Pertumbuhan Ekonomi
Pengertian PDB merupakan salah satu konsep pendapatan ekonomi makro. Terdapat teori-teori yang mendukung PDB dapat dilihat pada teori-teori pertumbuhan ekonomi. Teori-teori pertumbuhan ekonomi tersebut melihat pengaruh pertumbuhan ekonomi dengan berbagai macam faktor yang mempengaruhinya. Perbedaan teori yang satu dengan teori lainnya terletak pada perbedaan fokus pembahasan serta asumsi yang digunakan.

1) Teori Jumlah Penduduk Optimal (Optimal Population Theory)
Teori jumlah penduduk optimal telah lama dikembangkan oleh kaum klasik. Menurut teori ini, berlakunya hukum hasil yang semakin berkurang (The Law of Diminishing Return)yang dapat menyebabkan tidak semua penduduk dilibatkan dalam proses produksi. Apabila dipaksakan, justru dapat menurunkan tingkat output perekonomian.

2) Teori Pertumbuhan Neoklasik (Neo Classic Growth Theory)
Teori pertumbuhan neoklasik dikembangkan oleh Solow (1956), merupakan penyempurnaan dari teori klasik sebelumnya. Menurut teori ini, akumulasi stok barang modal serta keterkaitannya dengan keputusan masyarakat untuk melakukan atau menabung investasi. Terdapat beberapa asumsi penting dari teori ini, antara lain :
  1. Tingkat teknologi yang dianggap konstan.
  2. Tidak ada sektor pemerintah.
  3. Tingkat depresiasi yang dianggap konstan.
  4. Tingkat pertambahan penduduk (tenaga kerja) dianggap konstan.
  5. Tidak terdapat perdagangan luar negeri atau aliran keluar masuk barang modal.
  6. Guna mempermudah analisis, ditambahkan asumsi bahwa seluruh penduduk bekerja, sehingga pada akhirnya jumlah penduduk sama dengan jumlah tenaga kerja.

Dengan adanya berbagai asumsi tersebut, kita dapat mempersempit faktor-faktor penentu. Pertumbuhan menjadi stok barang modal dan tenaga kerja. Untuk lebih lanjut lagi, dapat juga diasumsikan bahwa PDB perkapita ditentukan oleh stok barang modal per tenaga kerja.

Jika Q = output atau PDB, K = barang modal, dan L = tenaga kerja, maka:
y = f (k)
y = PDB perkapita atau Q/L
k = barang modal perkapita atau K/L


3) Teori Pertumbuhan Rostow
Menurut Rostow, pertumbuhan ekonomi ialah proses dari berbagai perubahan, antara lain :
  1. Perubahan pandangan masyarakat
  2. Perubahan cara menabung atau menanamkan modal dari tidak produktif ke yang lebih produktif
  3. Perubahan reorientasi organisasi ekonomi
  4. Perubahan pandangan terhadap faktor alam. Manusia harus berusaha untuk mengubah keyakinan bahwa alam tidak akan menentukan kehidupan manusia, akan tetapi kehidupan manusia harus mampu mengendalikan sumber kehidupan dalam meraih kemakmuran

Rostow juga mengemukakan bahwa tahap-tahap dalam pertumbuhan ekonomi antara lain :
  1. The traditional society (masyarakat tradisional)
  2. Kehidupan ekonomi masyarakat yang berkembang dengan cara tradisional serta belum didasarkan dengan adnaya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, terkadang cara berpikirnya irasional dan primitif.
  3. The pre condition for the take off (persyaratan tinggal landas)
  4. Masa transisi masyarakat guna mempersiapkan diri mulai menerima berbagai macam teknik baru dan adanya pemikiran-pemikiran baru dari luar kehidupan yang mereka jalani.
  5. The take off (tinggal landas)
  6. Terjadi perubahan-perubahan yang drastis dalam terciptanya kemajuan dalam inovasi (penemuan-penemuan baru) dalam berproduksi.
  7. The drive to maturity (menuju kematangan)
  8. Masyarakat secara efektif menggunakan teknologi-teknologi modern pada sebagian besar faktor-faktor produksi dan juga kekayaan alam.
  9. The age high mass consumption (konsumsi tinggi)
  10. Perhatian masyarakat akan lebih menekankan pada masalah-masalah kesejahteraan dan upaya-upaya mesyarakat yang tertuju untuk menciptakan welfare state, yaitu kemakmuran yang lebih merata kepada para penduduknya dengan cara mengusahakan distribusi.

Pendapatan dengan melalui sistem perpajakan yang progresif. Masyarakat tidak perlu mempermasalahkan kebutuhan pokok lagi tapi konsumsi yang lebih tinggi terhadap barang tahan lama serta barang-barang mewah. Itulah pengertian pdb dan teori pertumbuhan ekonomi.

Jamur dalam Tubuh Manusia ( Artikel Lengkap )

September 09, 2017 0
Interaksi jamur/fungi dengan manusia sebagian besar bersifat patogen. Deacon (2006) membagi fungi patogen pada manusia menjadi lima berdasarkan jalur infeksi, penyakit yang disebabkan, dan sumber inokulum yang disajikan pada Tabel 1. Pada manusia juga terdapat fungi yang berfungsi sebagai mikroflora yang bersifat komensialisme namun di bawah kondisi tertentu fungsi tersebut dapat menyebabkan penyakit bahkan kematian. Setidaknya kurang lebih 200 jenis fungi yang telah dikaitkan dengan penyakit pada manusia yang dikenal dengan mycoses. Bebarapa fungi memiliki sifat oportusnistik yang artinya fungi ini jarang menyerang manusia dalam kondisi sehat namun akan menyerang jika terdapat gangguan kesehatan. Beberapa kasus yang dapat menyebabkan fungi menjadi oportunistik adalah infeksi HIV AIDS, transplantasi organ, kemoterapi antikanker, bayi prematur, penggunaan kortikosteroid, pembedahan gastrointestinal, dan usia senja. Pada umunya fungi yang bersifat oportunistik adalah Candida spp., Aspergillus spp., Cryptococcus neoformans, dan Pneumocystis jiroveci (Kavanagh, 2005).
  Tabel 1. Tipe fungi patogen pada manusia (Deacon, 2006).
Jalur infeksi
Fungi
Penyakit yang ditimbulkan
Distribusi di alam
Kulit
Trichophyton (22 jenis)
Microsporum (19 jenis)
Dermatomycosis:
ringworm, tinea,
kaki atlet, dll.
Jaringan yang memiliki keratin, manusia, dan hewan peliharaan
Mukosa
Candida albicans
Candidosis: sariawan,
vulvovaginitis, stomatitis
Membran mukosa
Paru-paru
Aspergillus fumigatus
Blastomyces dermatitidis
Coccidioides immitis
Cryptococcus neoformans
Histoplasma capsulatum
Aspergillosis: menyebabkan sistemik pada paru-paru
Blastomycosis: paru-paru, luka kulit, tulang, otak
Coccidioidomycosis:
Paru-paru, sistemik
Cryptococcosis: paru-paru,otak, meninges
Histoplasmosis pada paru-paru
Saprotrofik di tanah dan material organik
Saprotrofik
Saprotrofik di tanah
Kotoran burung dan vegetasi pohon Eucalyptus
Kotoran burung dan kelelawar
Luka
Paracoccidioides brasiliensis
Mycoses pada lapisan sub-kutan:
chromomycosis,
sporotrichosis, dll
Saprotrofik di tanah dan sisa-sisa tanaman
Paru-paru
Jenis Pneumocystis
Pneumonia virulen
Manusia dan mamalian yang lain
Fungi oportunistik yang sering mengganggu kesehatan manusia adalah Candida spp. Fungi ini termasuk jenis yeast dengan berbagai bentuk seperti oval, elips, silinder uniselular maupun biselular dengan ukuran mulai dari 3 hingga 5 μm yang dilengkapi dengan dua lapis dinding sel. Fungi ini dapat berkembang membentuk hifa atau percabangan pseudohifa (Gambar 1).  Secara keseluruhan fungi ini diperkirakan ada 200 jenis namun beberapa diantaranya patogen pada manusia seperti Candida albicans, C. glabrata, C. parapsilosis, C. tropicalis, C. dubliniensis, C. krusei, C. guilliermondii, C. lusitaniae, C. kefyr, C. norvegensis, C. famata, C. inconspicua, C. tropicalis, C. lipolytica, dan C. Norvegensis (Kavanagh, 2005; López-Martínez, 2010).
Gambar 1. Fotomikrograf pseudohifa, perbesaran 400Í (López-Martínez, 2010).
Candida spp. pada wanita sering menginfeksi vagina dengan berbagai macam gejala seperti keputihan, erythema, pruritus, edema, nyeri, dan pendarahan pada vagina. Pada umumnya faktor oportunistik yang ditimbulkan berasal dari berbagai faktor seperti kehamilan, malnutrisi, anemia, diabetes, terapi antibiotik, dan kontrasepsi oral. Sedangkan penyakit yang ditimbulkan oleh Candida spp. selain pada organ vagina wanita juga dapat menyerang pada anggota tubuh yang dapat menyebabkan infeksi kutaneus, sariawan, iritasi, dan edema (López-Martínez et al., 1984).

Penulis:
Mh Badrut Tamam, M. Sc.

Gelombang Mekanik: Ciri Ciri, Karakteristik, Rumus dan Jenisnya

September 08, 2017 0
Gelombang mekanik: Ciri ciri, karakteristik, rumus dan jenisnyaGelombang mekanik selalu hadir di setiap kehidupan kita sehari-hari. Cahaya yang kita lihat sehari-hari adalah salah satu contoh gelombang mekanik. Gelombang pada tali yang kita gerakkan juga termasuk gelombang mekanik.

Jenis gelombang mekanik


Jenis gelombang mekanik ada dua macam. Pertama, gelombang transversal. Gelombang transversal adalah gelombang dimana arah rambatnya berjalan tegak lurus dan searah dengan getarannya. Contoh gelombang ini adalah yang terlihat pada cahaya dan tali. Kedua, gelombang longitudinal. Gelombang jenis ini memiliki frekuensi gerakan yang berupa rapatan dan renggangan, jadi tidak berupa beberapa deretan bukit atau lembah seperti tali dan cahaya.

Gelombang transversal adalah gelombang yang mengalir karena adanya getaran yang tegak lurus terhadap arah rambatan gelombang. Dan gerakan gelombang tersebut mempunyai partikel yang berada di sudut kanan ke arah rambat gelombang. Gelombang tersebut dapat merambat melalui benda cair dan benda padat, namun gelombang ini tidak dapat merambat melalui benda padat. Saat gelombang transversal ini berlangsung, maka getarannya akan membentuk puncak dan lembah. Getaran transversal ini dibagi menjadi 2 macam, yaitu gelombang elektromagnetik dan gelombang terpolarisasi. Gelombang transversal adalah gelombang yang terbentuk dari medan magnet dan arus listrik. Contoh gelombang transversal adalah gelombang radio, gelombang cahaya, radiasi termal, sinar X, dll. Gelombang terpolarisasi adalah gelombang yang membentuk sebuah pola stabil. Gelombang ini membentuk gelombang dua dimensi. Gelombang ini dapat dibentuk dengan menggerakkan tangan ke atas dank e bawah, atau dengan cara menggerakkan tangan memutar searah.

Karakteristik gelombang mekanik


Karakteristik gelombang mekanik adalah memerlukan alat atau perantara untuk berpindah. Gelombang ini mempunyai panjang gelombang, periode gelombang, frekuensi gelombang, dan cepat rambat gelombang. Panjang gelombang yang dihasilkan oleh gelombang transversal dan gelombang terpolarisasi sangat lah berbeda. Untuk gelombang transversal panjang gelombang dapat diukur dari bukit, puncak dan dasar gelombang. Periode gelombang yaitu waktu yang diperlukan untuk menempuh satu gelombang. Frekuensi gelombang yaitu jumlah gelombang yang dihasilkan tiap detik. Berapa banyak gelombang penuh yang terbentuk dalam tiap detik. Cepat rambat gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang penuh tiap detik.

Rumus gelombang mekanik


Dari penjelasan di atas rumus gelombang mekanik dapat disimpulkan sebagai berikut:

v = s / t

jika s = λ maka persamaan cepat rambat gelombang tersebut di atas menjadi

v = λ / t atau v = λ . f

keterangan rumus di atas adalah sebagai berikut:

s : jarak gelombang yang ditempuh dalam waktu 1 detik

t : periode gelombang atau waktu gelombang untuk membentuk satu gelombang

v : cepat rambat gelombang atau jumlah gelombang tiap satu menit

Ciri – ciri gelombang mekanik


Ciri ciri gelombang mekanik adalah seperti karakteristik yang disebutkan sebelumnya di atas. Ciri – ciri tersebut adalah memerlukan alat atau perantara untuk berpindah. Gelombang ini mempunyai panjang gelombang, periode gelombang, frekuensi gelombang, dan cepat rambat gelombang. Panjang gelombang yang dihasilkan oleh gelombang transversal dan gelombang terpolarisasi sangat lah berbeda. Untuk gelombang transversal panjang gelombang dapat diukur dari bukit, puncak dan dasar gelombang. Periode gelombang yaitu waktu yang diperlukan untuk menempuh satu gelombang. Frekuensi gelombang yaitu jumlah gelombang yang dihasilkan tiap detik. Berapa banyak gelombang penuh yang terbentuk dalam tiap detik. Cepat rambat gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang penuh tiap detik. Baca: Gelombang elektromagetik: teori, rumus dan macam – macamnya 

Membran Sel ( Pengertian, Struktur, Sifat, Fungsi ) Lengkap

September 08, 2017 0
A. PENGERTIAN MEMBRAN SEL (DINDING SEL)
Sesuai dengan namanya, membran sel atau dinding sel adalah sebuah fitur yang dimiliki semua jenis sel manusia yang berfungsi sebagai pemisah antara lingkungan dalam sel dengan lingkungan luar sel. Membran sel tersusun atas senyawa lipoprotein yaitu gabungan dari lemak (lipid) dengan senyawa protein. Lemak dan protein ini memiliki sifat yang berbeda, lemak bersifat hidrofobik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat hidrofilik (larut dalam air) oleh karen itu membran sel memiliki sifat selektif permeable (hanya bisa dilewati oleh molekul – molekul tertentu saja. Dengan kemampuan ini, membran sel dapat membatasi kegiatan yang terjadi di dalam sel agar tidak mudah terpengaruh dari lingkungan luar. 
 
B. FUNGSI MEMBRAN SEL (DINDING SEL)
  • Melindungi bagian sel dan memberikan bentuk bagi sebuah sel
  • Membran sel dapat menjadi media komunikasi antar lingkungan dalam sel dengan lingkungan luar sel
  • Melakukan seleksi terhadap zat – zat yang akan masuk atau keluar dari sel.
  • Sebagai reseptor terhadap rangsangan yang ditujukan bagi sebuah sel.
  • Tempat berlangsungnya berbagai reaksi kimia.
C. STRUKTUR PENYUSUN DAN KOMPOSISI KIMIA MEMBRAN SEL
Struktur membran sel seperti lembaran tipis yang tersusun dari molekul lipid, protein, karbohidrat, kolesterol dan kerangka membran (sitoskeleton). Membran sel memiliki sifat yang dinamis dan asimetris.
  • Membran sel bersifat dinamis karena memiliki struktur seperti air sehingga memungkinkan molekul lipid dan protein untuk bergerak.
  • Membran sel bersifat asimetris karena komposisi protein dan lipid di bagian luar tidak sama dengan komposisi protein dan lipid di bagian dalam sel.
1. Fosfolipid
Molekul – molekul penyusun membran sel akan berkombinasi sedemikian rupa sehingga membentuk lapisan fosfolipid rangkap (ganda). Disebut lapisan fosolipid ganda karena memiliki dua bagian yang sifatnya saling bertolak belakang, yaitu daerah kepala yang bersifat hidrofilik (dapat berinteraksi dengan air) dan daerah ekor yang bersifat hidrofobik (tidak dapat berinteraksi dengan air). 
 
2. Protein Membran
Selain fosolipid, pada membran sel juga terdapat protein membran. Terdapat dua jenis protein pada lapisan fosfolipid, yaitu protein integral (protein yang terbenam dan menembus lapisan fosfolipid) dan protein perifer (protein yang menempel pada lapisan luar fosfolipid). Protein integral berperan dalam proses transpor molekuk yang keluar dan masuk sel, sedangkan protein perifer berfungsi sebagai tempat menempelnya hormon atau enzim.
3. Glikolipid dan Glikoprotein (Karbohidrat)
Glikolipid adalah molekul karbohidrat yang menempel pada lemak sedangkan glikoprotein adalah molekul karbohidrat yang menempel pada protein. Glikolipid dan glikoprotein ini berfungsi sebagai tanda pengenal bagi sel. Setiap orang dan setiap sel memiliki susunan glikolipid dan glikoprotein yang berbeda. Oleh karena itu jika ada sel asing yang masuk ke dalam tubuh, maka sistem imun tubuh akan langsung bereaksi terhadap sel tersebut karena mereka tidak mengenali struktur glikolipid dan glikoprotein sel asing tersebut.
4. Kolesterol
Kolesterol terletak pada bagian di dekat kepala fosfolipid. Fungsi kolesterol adalah untuk menjaga kestabilan fosfolipid dalam segala keadaan. Pada saat keadaan panas, maka kolesterol dapat menghambat pergerakannya agar fosfolipid tidak menjadi terlalu cair. Sedangkan ketika suhu dingin, fosfolipi akan menghambat interaksi antar lemak sehingga membran lemak tidak membeku.
5. Kerangka Membran (Sitoskeleton)
Sebenarnya kerangkan membran ini bukan bagian langsung dari membran sel, tetapi mereka berikatan pada bagian dasar protein integral. Terdapat tiga jenis sitoskeleton utama, yaitu mikrotubulus, mikrofilamen dan filamen intermediet. Fungsi utama dari sitoskeleton ini untuk mempertahankan bentuk dan posisi organel – organel sel.
Fosfolipid, Protein, Karbohidran, Kolesterol
STRUKTUR MEMBRAN SEL
D. SIFAT MEMBRAN SEL (DINDING SEL)
Berdasarkan kemampuannya dalam mengatur transportasi suatu zat ke dalam atau ke luar sel, sifat membran sel terbagi menjadi 3 jenis :
1. Impermeabel
Merupakan sifat membran yang tidak mengizinkan zat apapun di luar sel untuk masuk ke dalam sel.
2. Semipermeabel
Suatu keadaan dimana hanya zat – zat tertentu yang dibutuhkan oleh sel yang dapat masuk ke dalam sel. Biasanya membran sel normal memiliki sifat semipermeabel.
3. Permeabel
Merupakan sifat dimana semua zat dapat melewati membran sel untuk masuk ke dalam sel. Biasanya sifat ini dimiliki oleh membran sel yang rusak atau hampir mati sehingga sel tidak dapat bertahan hidup.  
 
 
F. SISTEM TRANSPORT MEMBRAN
Salah satu fungsi membran sel yang telah kami sebutkan sebelumnya adalah untuk mengatur zat zat yang masuk atau keluar dari sel. Fungsi ini dijalankan melalui Sistem Transport Membran, terdapat dua jenis transportasi yang dapat terjadi pada membran, yaitu :
1. Transport Pasif Membran
Transpor pasif membran merupakan proses pertukaran molekul yang terjadi secara spontan dan otomatis tanpa membutuhkan mekanisme khusus (tidak memerlukan energi). Umumnya transportasi aktif terjadi pada molekul yang dapat melewati membran sel kapan saja (contohnya air dan glukosa). Biasanya penyebab terjadinya transportasi pasif adalah perubahan gradiens konsentrasi dari molekul tersebut. Contoh transport pasif adalah Difusi dan Osmosis.
a. Difusi
Difusi merupakan perpindahan molekul dari suatu daerah yang berkonsentrasi tinggi ke daerah lain yang berkonsentrasi rendah karena disebabkan oleh energi kinetik molekul – molekul tersebut. Kecepatan difusi tergantung kepada perbedaan konsentrasi, ukuran molekul, muatan dan daya larut molekul – molekul tersebut.
b. Osmosis
Osmosis adalah perpindahan molekul air melalui suatu membran selektif permeabel dari pelarut berkonsentrasi tinggi (banyak air) ke pelarut yang berkonsetrasi rendah (sedikit air). Proses osmosi akan berhenti jika konsentrasi antar dua daerah tempat terjadinya osmosis tersebut berada dalam keadaan seimbang.
b. Transport aktif
Transport aktif adalah pergerakan atau pemindahan molekul yang terjadi melalui mekanisme tertentu yang membutuhkan energi. Transport aktif akan melawan sifat dari gradien konsentrasi. Transport aktif memerlukan bantuan protein yang akan berperan sebagai molekul pengangkut pada membran. Contoh transport aktif molekul gula dan asam amino diangkut secara aktif ke dalam sel menggunkana energi.

Interaksi Antar Sel ( Artikel Lengkap )

September 08, 2017 0
Sel-sel di dalam tubuh organisme multisel wajib melakukan koordinasi perilakunya dengan berbagai macam cara. Selama perkembangan sel-sel pembentuk embrio saling bertukar isyarat (signal) untuk menentukan peran khusus setiap sel, kedudukan yang akan ditempati, akan mati, hidup atau membelah. Pada tumbuhan juga demikian, sel-sel selalu melakukan komunikasi satu dengan yang lain, untuk menanggapi keadaan terang, gelap, dan suhu yang memandu daur pertumbuhan, pembuangan, dan pembentukan buah serta menyesuaikan apa yang terjadi di satu bagian dengan bagi yang lain.

Untuk komunikasi diperlukan: pemberi informasi, informasi, dan penerima informasi. Pada komunikasi antar sel, informasi yang disebut isyarat atau signal berupa senyawa kimia. Pemberi informasi adalah sel yang menghasilkan molekul kimia tersebut. Penerima informasi disebut target menggunakan protein reseptor yang mengenali dan menanggapi molekul isyarat secara khusus. Protein reseptor melakukan langkah awal dalam rangkaian proses pengubahan (transduksi) isyarat ekstrasel menjadi isyarat intrasel yang menentukan perilaku sel.
Sel-sel organisme multisel menggunakan berbagai macam molekul sebagai signal (isyarat), misalnya protein, asam amino, nukleotid, steroid, dan lain-lain. Terdapat empat cara penyampaian isyarat: 
  1. Yang paling umum melalui aliran darah, pada hewan, atau cairan tubuh pada tumbuhan. Isyarat yang dikirimkan lewat aliran darah adalah hormon. 
  2. Isyarat yang dikirim disekresikan ke ruang antar sel. 
  3. Isyarat neuronal, semula isyarat berupa impuls listrik, sesampai di akhiran akan diubah menjadi isyarat kimia yang disebut neurotransmitter
  4. kontak antar sel, cara ini terjadi pada perkembangan embrio.


Di sekeliling sel tubuh organisme multisel terdapat beratus-ratus molekul isyarat. Molekul-molekul ini dapat bebas berada cairan ekstrasel, terikat pada MES (matriks ekstra sel) atau terikat pada permukaan sel tetangga. 

Sel wajib memilih isyarat-isyarat yang perlu ditanggapi sesuai fungsi khusus sel-sel tersebut. Sel dapat bereaksi dengan molekul isyarat ditentukan oleh ada tidaknya reseptor untuk isyarat tersebut. Tanpa reseptor sel tidak akan mengetahui adanya isyarat, sehingga tidak dapat menanggapinya. Untuk membatasi kisaran isyarat yang mempengaruhi, sel hanya membentuk beberapa paket reseptor. Meskipun isyarat yang mengenainya terbatas, tetapi tetap dapat digunakan untuk menegatur perilaku sel dengan beberapa cara yang rumit. Terdapat dua macam kerumitan:
  1. Sebuah isyarat yang terikat pada sebuah reseptor dapat memberikan beberapa macam pengaruh pada sel target; bentuk, gerakan, metabolisme; ekspresi gen semuanya dapat diubah bersama-sama. Isyarat yang diterima reseptor pada permukaan sel, dipancarkan ke dalam sel lewat komponen-komponen intrasel yang berpengaruh luas. Sel yang berbeda menanggapi isyarat yang sama dengan jalan berbeda pula. Misalnya: neurotransmitter acetylcholine akan menurunkan kekerapan kontraksi sel otot jantung, tetapi sebaliknya akan meningkatkan sekresi saliva.
  2. Sel memiliki beberapa reseptor, sehingga peka terhadap isyarat yang berbeda secara bersamaan (simultan). Sistem pancaran intrasel untuk setiap isyarat saling berinteraksi, sehingga tanggapan sel terhadap gabungan isyarat-isyarat tersebut berbeda dengan tanggapannya untuk masing-masing isyarat.


Baca Juga:

Fungsi/Peran Komponen Abiotik di Ekosistem Lengkap



Molekul-molekul isyarat ekastrasel dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu: molekul makro hidrofilik dan molekul hidrofobik.

Molekul Isyarat Hidrofobik

Kelompok isyarat hidrofobik terdiri dari hormon-hormon steroid yaitu korlisol, estradiol, dan testosteron; hormon tiroid yaitu tiroksin; dan nitrogen oksida (NO). Reseptor untuk senyawa-senyawa tersebut berada di sitosol atau di nukleus. Reseptor untuk hormon-hormon ini merupakan protein pengatur gen. Semula reseptor dalam bentuk tidak aktif, pada saat terdapat isyarat yang terikat (bereaksi) berubah menjadi bentuk aktif. Komplek reseptor-isyarat yang aktif masuk ke dalam nukleus, mempengaruhi DNA. Terjadi hambatan atau picuan transkripsi gen tertentu.

Tanggapan yang menyangkut perubahan ekspresi gen dapat berlangsung lama, pada hal sel harus menanggapi dalam waktu pendek. Untruk keperluan ini diperlukan molekul isyarat yang dapat langsung mempengaruhi kerja enzim. Salah satu contoh adalah nitrogen oksida (NO). Gas terlarut ini berasal dari arginin dan bekerja sebagai perantara lokal (setempat). NO dilepas oleh sel-sel endotelium pembuluh darah setelah mendapat stimulasi akhiran saraf. NO ini menyebabkan relaksasi sel-sel otot polos pembuluh darah tersebut. Terjadilah dilatasi dinding pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir lebih mudah.
NO terlarut mudah merembes ke luar dari sel yang menghasilkannya dan masuk ke sel target. Target utama NO adalah guanylate cyclase yang berperan sebagai katalisator pembentuk GMP siklis. Kerja guanylate cyclase mirip adenylate cyclase, sedangkan GMP mirip AMP.

Molekul Isyarat Hidrofilik

Kelompok isyarat hidrofilik sebagian besar adalah molekul-molekul protein yang tidak dapat dengan mudah melintasi membran sel. Termasuk dalam kelompok ini adalah: zat tumbuh, neuro transmitter dan isyarat-isyarat yang berupa protein lainnya.
Reseptor untuk isyarat-isyarat hidrofilik ini merupakan glikoprotein atau protein transmembran. Terdapat tiga kelompok reseptor untuk isyarat hidrofilik yaitu: reseptor terkait celah ion, reseptor terkait protein G dan reseptor terkait enzim. Perbedaan antara tiga tipe reseptor ini terletak pada isyarat intrasel yang ditimbulkan pada saat isyarat ekstra sel bereaksi dengan reseptor tersebut. Reseptor-reseptor tersebut merupakan sasaran pula bagi senyawa asing pengganggu misalnya zat penenang (heroin atau nikotin). Senyawa-senyawa tersebut menempati tempat ligan asli pada daerah reaktif di reseptor atau bereaksi dengan reseptor di daerah reaktif lain.

Reseptor terkait celah ion

Mekanisme kerja reseptor tipe ini sederhana. Reseptor inilah yang digunakan untuk meneruskan neuro transmitter melintasi sinaps pada sistem saraf. Reseptor ini mengubah isyarat kimia menjadi isyarat listrik. Bila neuro transmitter bereaksi dengan reseptor, reseptor berubah susunan sehingga celah terbuka dan masuklah ion-ion.

Reseptor terkait protein G

Reseptor tipe ini merupakan reseptor terbanyak yang dijumpai pada sel-sel mamalia. Mereka menanggapi beraneka ragam molekul isyarat ekstra sel. Molekul-molekul ini sangat bervariasi dapat protein, peptid, asam amino, atau asam lemak.

Walaupun molekul isyarat yang berikatan dengan reseptor terkait protein G sangat bervariasi, tetapi struktur reseptor ini sangat mirip satu dengan yang lain. Protein transmembran pembentuk reseptor terbagi menjadi tiga daerah yaitu: 
  1. Daerah yang tersembul di permukaan nonsitosolik sel disebut daerah penerima atau pemilah. Daerah ini merupakan tempat terikatnya ligan atau isyarat ke reseptor. 
  2. Daearah yang terbenam dalam dwilapisan fosfolipid, terdiri dari rantai polipeptid tunggal yang melintasi dwilapisan fosfolipid sebanyak tujuh kali. Daerah ini merupakan daerah pengubah isyarat. 
  3. Daerah yang tersembul di permukaan sitosolik dwilapisan fosfolipid disebut daerah pelaksana atau efektor. Derah ini merupakan bagian yang akan mengaktifkan protein G.

Protein G terdiri dari tiga subunit yaitu α, β, dan γ. Pada keadaan tidak aktif subunit α berikatan dengan GDP. Pada keadaan aktif subunit α berikatan dengan GTP (Gambar      ). Beberapa protein G mengatur membuka dan menutupnya celah. Protein G yang lain dapat mengaktifkan enzim yang terikat pada membran. Mekanisme kerja reseptor terkait protein G dapat dipelajari dari gambar-gambar yang tertera.
Sejumlah isyarat ekstra sel (= ligan = duta pertama) yang mengenai reseptor terkait protein G mempengaruhi kegiatan (aktivitas) adenylate cyclase sehingga mengubah konsentrasi AMP siklis di dalam sitosol. Subunit α protein G yang aktif menyebabkan dengan mendadak peningkatan sintesis AMP siklis. Enzim lain yang berada di sitosol yaitu AMP siklis fosfodiesterase yang selalu aktif dengan cepat merombak AMP siklis menjadi AMP alifatis. Akibatnya konsentrasi AMP siklis dapat berubah dengan cepat apabila ada isyarat ekstrasel yang mengenai reseptor. AMP siklis merupakan molekul yang larut dalam air, sehingga mudah berpindah tempat dari membran sel ke sitosol, nukleus.
Selain mengaktifkan adenylate cyclase banyak isyarat yang mengenai reseptor terkait protein G mengaktifkan enzim fosfolipase C. Fosfolipase C bekerja pada fosfolipid inositol yang berada di belahan sitosolik membran plasma. Jalur fosfolipase C dikenal dengan nama jalur fosfolipid inositol. Fosfolipase C menimbulkan dua molekul duta sekunder yaitu IP3 (inositol 1, 4, 5 trifosfat) dan DAG (diacyl glycerol) yang tetap tinggal di membran plasma. Dua molekul tersebut berperan sangat penting dalam pemberian isyarat di dalam sel.
IP3 merembes melalui sitosol menuju RE sesampai di RE berikatan dengan protein pembentuk celah dan membuka celah Ca2+ yang tersimpan di dalam RE ke luar ke sitosol sehingga konsentrasi Ca2+ di dalam sitosol naik.
            
DAG tetap berada di membran plasma dan membantu mengaktifkan protein kinase yang disebut protein kinase C. Sekali teraktivasi protein kinase C mengaktifkan serentetan protein intra yang sangat bervariasi sesuai tipe selnya. Mekanisme kerja mirip dengan protein kinase A, hanya target yang berbeda.

Sebagai duta intrasel ion Ca2+ memiliki peran penting dan luas. Meningkatnya kadar ion Ca2+ bebas di sitosol merupakan tanggapan dari berbagai isyarat yang berbeda-beda, tidak hanya yang mengenai reseptor terkait protein C saja. Pada sel telur meningkatnya konsentrasi ion Ca2+ dengan tiba-tiba sesudah fertilisasi memicu awal perkembangan embrional. Pada sel otot ion Ca2+ memicu kontraksi.

Pengertian Endrokinologi dan Penjelasannya

September 08, 2017 0
Endrokinologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sistem komunikasi dan transfer informasi pada sel makhluk hidup. Kajian ini juga mempelajari tentang hormon dan kelainan kelenjar. Adapaun manfaat sistem endokrin adalah:
  1. Mempertahankan keseimbangan internal
  2. Mendukung pertumbuhan sel
  3. Koordinasi dalam perkembangan
  4. Koordinasi dalam reproduksi
  5. Memfasilitasi respon terhadap rangsangan eksternal

Endrokin adalah istilah yang merujuk pada sekresi internal dari zat-zat yang aktif secara biologik. Endokrin berbeda dengan eksokrin. Eksokrin mensekresi cairan ke luar tubuh, sperti kelenjar keringat. Sementara endokrin menggunakan hormon untuk menyampaikan informasinya.
Hormon adalah suatu zat yang dihasilkan melalui aliran darah ke jaringan lain tempat hormon bekerja untuk mengatur fungsi jaringan target. Hormon bekerja pada sel target untuk menjaga sistem homeostatis.
Kelenjar endokrin mensintesis dan menyimpan hormon serta mempunyai sistem sensor dan sistem sinyal yang mengatur durasi dan kepentingan pelepasan hormon melalui umpan balik dari sel target.
Kerja hormon diperantarai oleh pengikatannya terhadap reseptor yang memiliki kemampuan untuk membedakan berbagai macam jenis hormon yang ada di seluruh tubuh. Hormon memiliki kemampuan laju degradasi mulai dari hitungan detik hinga jam, bahkan cenderung mempunyai efek yang lama.
Fungsi endokrin adalah untuk mengontrol proses yang terlibat dalam pergerakan dan keseimbangan fisiologis, termasuk semua jaringan atau kelenjar yang mensekresi hormon ke dalam darah. Sekresi hormon kebanyakan diatur oleh umpan balik negatif. Adapaun fungsi hormon adalah:
  1. Pertumbuhan dan Perkembangan: Tiroid, GH, Steroid, Kortisol.
  2. Reproduksi: Estrogen, Testosteron, FSH, LH,
  3. Homeostatis: Tiroid, kortisol.
  4. Perubahan lingkugan: Kortisol, Tiroid, Aldosteron.


Organ Endokrin

Sistem endokrin adalah sistem kontrol tubuh yang mempengaruhi aktivitas metabolik suatu sel dengan molekul berupa hormon. Adapaun yang termasuk kelenjar penghasil hormon dalam sistem endokrin adalah kelenjar pituitari, tiroid, paratiroid, adrenal, pineal, dan timus. Kelenjar pankreas dan gonad menghasilkan hormon dan produk eksokrin. Hipotalamus mempunyai dua fungsi yakni neural dan pelepasan hormon. Jaringan dan organ lain yang menghasilkan hormon adalah sel lemak (adiposa), lambung, ginjal, dan jantung.

Rangsangan Sel ke Sel

Hormon endokrin bekerja tidak saja melalui sirkulasi darah tetapi dapat juga bekerja lokal di sekitar tempat hormon dilepaskan. Neurohormon dilepaskan melalui sinapsis dan berjalan memalui sirkulasi darah. Jika hormon bekerja lokal pada tempat sekitar sel yang menghasilkannya, maka disebut parakrin. Contohnya adalah hormon steroid dalam ovarium.

Hormon yang dilepaskan dan bekerja pada tempat sel yang menghasilkannya disebut autokrin. Contohnya adalah insulin yang dilepaskan oleh sel B pulau Langerhans yang dapat menghambat pelepasan insulin oleh sel yang sama.Sematara intrakrin bekerja di dalam sel yang menghasilkannya.

Sumber Rangsangan pada Sel Endokrin

Sel Endokrin dapat menerima rangsangan dari berbagai stimulan. Stimulan ini dapat berasal dari neuron, hormon, ion, atau nutrien organik. Perubahan dalam kondisi psikologis seperti stress, kecemasan maupun kehilangan dapat mempengaruhi sel saraf untuk berespon sehingga merangsang sekresi hormon. Kerusakan sel atau stress fisik dan makanan yang kita makan juga dapat mensekresi hormon untuk mempertahankan homeostatis.

pengertian dan Fungsi Protein ( Artikel Lengkap )

September 07, 2017 1
Protein adalah polimer dari berbagai asam amino yang disebut juga dengan istilah polipeptida yang memiliki berbagai macam fungsi, antara lain:

1. Biokatalisator reaksi reaksi biokimia dalam sel  
Fungsi protein ini dilakukan suatu oleh molekul protein khusus yakni enzim.  Reaksi-reaksi yang dikatalisis oleh enzim mulai dari reaksi yang sederhana, seperti hidrasi karbon dioksida hingga reaksi kompleks, seperti replikasi kromosom. Reaksi yang dikatalisis oleh enzim akan mengalami pengingkatan lebih cepat daripada reaksi tanpa enzim. Enzim juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam studi biologi molekular, contohnya adalah enzim endonuklease restriksi, enzim ligase,  dan DNA polimerase.



2. Berfungsi sebagai transpor molekul dan ion

Molekul berukuran kecil seperti oksigen akan diangkut di dalam jaringan organisme multiselular oleh protein hemoglobin atau oleh myoglobin.  Sistem pengangkutan nutrien ke dalam sel jasad renik juga melibatkan protein pengangkut tertentu yang dikenal sebagai enzim permease, baik melalui mekanisme difusi terfasilitasi   atau transpor aktif.  Contoh lain yakni  molekul karbon laktosa diangkut ke dalam sel bakteri E. coli dengan menggunakan protein pengangkut tertentu yaitu enzim permease laktosa yang merupakan suatu enzim yang sintesisnya dikode oleh gen lac.
 
3. Sebagai sistem pergerakan (movement system) 
Contoh adalah mekanisme kontraksi otot, pergerakan kromosom menuju kutub kutub sel selama proses mitosis dan meiosis, serta gerakan flagela bakteri.

4. Komponen sistem imunitas
Sistem imunitas dipengaruhi oleh antibodi yang merupakan jenis protein dengan fungsi yang sangat spesifik.  Antibodi disintesis jika ada senyawa atau benda-benda asing masuk ke dalam tubuh.  Antibodi berfungsi untuk mengenali benda-benda asing (antigen), seperti sel bakteri, virus, atau sel-sel organisme lain.
5. Berfungsi sebagai feromon.  
Organisme eukarotik tingkat rendah seperti misalnya khamir (Saccharomyces cerevisiae), menghasilkan molekul berukuran kecil yang disekresikan ke luar sel.  Khamir haploid S. cerevisiae terdiri atas dua macam tipe mating yaitu tipe a dan tipe α.  Kedua macam tipe sel khamir tersebut menghasilkan feromon yang berbeda yang digunakan untuk tujuan "menarik" sel dengan tipe mating yang berbeda sehingga akan terjadi konjugasi. Feromon yang berfungsi di dalam proses "perkawinan" antara dua sel khamir yang berbeda tipenya tersebut tidak lain juga berupa molekul protein.
6. Berfungsi sebagai regulasi ekspresi genetik. 
Pada proses replikasi DNA, transkripsi, dan translasi yang berlangsung di dalam sel adalah proses selular yang sangat kompleks dan diatur oleh bermacam-macam protein,  baik yang berupa protein sebagai katalisator (reaksi enzim)  maupun protein regulator. Ekspresi genetik pada dasarnya menentukan semua aktivitas biologis jasad hidup. Pada organisme renik,  hal ini akan menentukan apakah suatu substrat dapat dimetabolisme. Pada organisme tingkat tinggi, ekspresi genetik juga akan menentukan proses diferensiasi. Oleh karena itu peranan protein dalam metabolisme jasad hidup sangat besar dan vital.  
7.  Sebagai penerus impuls saraf.
Protein reseptor, seperti rhodopsin, merupakan contoh protein yang berperanan meneruskan stimulus tertentu ke sel saraf.  
8.  Sebagai komponen pendukung kekuatan-regang (tensile strength
Contohnya pada kulit dan tulang,  seperti kolagen.

Referensi:
Yuwono, Triwibowo. Biologi Molekular. Erlangga.

Anatomi dan Fisiologi Pencernaan Manusia ( Artikel Lengkap )

September 07, 2017 0

A. Makanan

Makanan adalah sumber zat organik yang dibutuhkan oleh tubuh. Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, air, dan mineral dalam keadaan seimbang. Makanan higienis adalah makanan yang tidak mengandung bibit penyakit serta tidak mengganggu kesehatan tubuh. Fungsi makanan adalah sebagai sumber energi, pembangun tubuh, pertumbuhan, dan regenerasi sel-sel yang mengalami kerusakan. Syarat makanan yang baik adalah kalori yang seimbang, bergizi, higienis, dan mudah dicerna. Adapun zat-zat makanan antara lain:

a. Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber energi utama yang mana 1 gram glukosa setara dengan 4,1 kalori. Berdasarkan penyusunnya, karbohidrat dibedakan menjadi tiga jenis, yakni:
  1. Monosakarida adalah gula sederhana yang hanya tersusun dari satu monomer molekul saja. Jenis monosakarida terdiri dari tiga macam yakni: glukosa, galaktosa, dan fruktosa.
  2. Disakarida adalah jenis gula yang tersusu atas dua molekul gula. Contoh disakarida adalah laktosa  yang tersusun atas dua molekul glukosa dan galaktosa; sukrosa yang tersusun atas dua molekul glukosa dan fruktosa; dan maltosa yang tersusun atas dua molekul glukosa dan glukosa.
  3. Polisakarida adalah jenis karbohidrat yang memiliki rantai molekul yang panjang, contohnya adalah   amilum (tepung), selulosa, glikogen, dan lignin.
Fungsi Karbohidrat adalah sebagai sumber energi, mengatur proses metabolisme, menjaga keseimbangan asam basa, pembentukan sel, dan salah satu penyusun materi genetik (DNA dan RNA). Sumber karbohidrat berasal dari padi, jagung, gandum, dan biji-bijian lainnya, sagu, ketela, kentang, dll.

b. Lemak

Lemak atau lipid adalah zat organik yang bersifat hidrofobik. 1 gram lemak setara dengan 9,3 kalori. Lemak tersusun dari 3 molekul asam lemak dan 1 molekul gliserol. Berdasarkan komposisinya, lemak dibedakan menjadi 3 jenis:
  1. Lemak sederhana : lilin (wax) dan plastisin 
  2. Lemak campuran : lipoprotein dan fosfolipid
  3. Derivat lemak : kolestrol, asam lemak, sterol, dan gliserol

Fungi lemak adalah sebagai pembawa zat makanan yang esensial, sumber energi paling besar, pelarut vitamin A-D-E-K, melindungi tubuh, penahan rasa lapar, dan penyusun membran sel.


c. Protein

Protein merupakan makromolekul yang tersusun atas monomer asam amino. 1 gram protein setara dengan 4,1 kalori Sumber protein berasal dari protein nabati dan protein hewani. Sementara asam amino dibagi menjadi asam amino esensial dan asam amino non-esensial. Fungsi protein adalah mensintesis substansi penting (hormon, enzim, antibodi, dan kromosom), mamacu pertumbuhan, menyeimbangkan asam basa, detoksifikasi, dan sumber energi.

d. Vitamin

Vitamin adalah senyawa organik yang diperlukan dalam jumlah sedikit namun sangat diperlukan oleh tubuh. Vitamin dibagi menjadi dua berdasarkan kelarutannya, yakni larut dalam lemak (A-D-E-K) dan larut dalam air (B dan C). Fungsi vitamin sebagai pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh.


e. Mineral 

Mineral adalah substansi anorganik yang berfungsi sebagai keseimbangan asam basa dan pembentukan struktur tubuh. Unsur mineral dibagi mejadi dua, yaitu makroelemen (Na, Ca, K, P, Mg, Cl. S, F, dan I) dan mikroelemen (Mn, Cr, Co, Mo, Zn, dan Cu).


B. Sistem Pencernaan Manusia

Sistem Pencernaan Pada Manusia adalah proses pemecahan molekul zat makanan menjadi zat yang lebih sederhana. Sistem pencernaan manusia terdiri atas berbagai macam sistem organ pencernaan. Proses pencernaan makanan berlangsung di dalam sistem pencernaan yang meilibatkan proses pencernaan mekanis oleh gigi-gigi di mulut dan pencernaan kimiawi oleh enzim-enzim yang ada di saluran pencernaan. Berikut urutan sistem pencernaan manusia yang dijelaskan mulai dari sistem pencernaan manusia lengkap dan fungsinya, penjelasannya serta sistem pencernaan manusia beserta gambarnya secara berurutan mulai dari mulut hingga anus:
 
 


a. Mulut

Di dalam rongga mulut inilah makanan mulai dicerna, baik secara mekanis maupun secara kimiawi. Di dalam rongga mulut terdapat alat-alat yang membantu berlangsungnya proses pencernaan seperti gigi, lidah, dan kelenjar air lur. Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan dan kelenjar air liur mengandung enzim amilase (ptialin) yang berfungsi untuk mencerna polisakarida (amilum) menjadi disakarida.

b. Kerongkongan (Esofagus)

Organ ini berfungsi untuk menghubungkan mulut dengan lambung. Panjang kerongkongan ± 20 cm dan lebar ± 2 cm. Kerongkongan dapat melakukan gerak peristaltik, yaitu gerakan melebar, menyempit, bergelombang, dan meremas-remas agar makanan terdorong ke lambung. Di kerongkongan, zat makanan tidak mengalami pencernaan.

c. Lambung (Ventrikulus)

Lambung berupa kantung yang terletak di dalam rongga perut di sebelah kiri. bagian-bagian lambung dibagi menjadi tiga daerah, yaitu:


  1. Kardiak adalah bagian lambung yang paling pertama untuk tempat masuknya makanan dari kerongkongan (esofagus) 
  2. Fundus adalah bagian lambung tengah yang berfungsi sebagai penampung makanan serta proese pencernaan secara kimiawi dengan bantuan enzim.
  3. Pilorus adalah bagian lambung terakhir yang berfungsi sebagai jalan keluar makanan menuju usus halus.




Di dalam lambung terjadi pencernaan secara kimiawi yang disekresikan dalam bentuh getah lambung. Sekresi getah dipacu oleh hormon gastrin. Getah ini tersusun dari:
  1.  HCl ; membunuh mikroorganisme dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
  2. Pepsin : merubah protein menjadi molekul yang lebih kecil  (pepton).
  3. Renin : merubah kaseinogen pada susu menjadi kasein. Selanjutnya kasein digumpalkan oleh in Ca2+.
  4. Lipase : merubah lemak menjadi asam lemak dam gliserol.
  5. Musin : protein yang berfungsi untuk melicinkan makanan.

Setelah makanan dicerna di dalam lambung, makanan ini berubah menjadi bentuk seperti bubur atau disebut kim (chyme).

d. Usus Halus (Intestinum)

Usus halus merupakan saluran terpanjang yang terdiri dari tiga bagian, yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Panjang usus halus sekitar 6 hingga 8 meter yang dibagi menjadi 3 bagian, yakni: duodenum (± 25 cm); jejunum (± 2,5 m); dan illeum (± 3,6 m).

Di duodenum bermuara kantung empedu dari hati (hepar) dan pankreas. Kantung empedu mensekresikan empedu yang berfungsi untuk mengemulsi lemak. Sementara pankreas menghasilkan getah pankreas yang tersusun dari:
  1.  Amilase/amylopsin : memecah amilum menjadi disakarida
  2. Tripsinogen : akan diaktifkan oleh enterokinase menjadi tripsin yang berfungsi merubah protein menjadi asam amino.
  3. Lipase : memecah emulsi lemak menjadi asam lemak dan gliserol
  4. NaHCO3 : memberi suasana pH menjadi basa


 
Di usus halus juga diproduksi enzim enterokinase dan erepsinogen. Enterokinase adalah enzim yang mengubah tripsinogen menjadi tripsin dan mengubah erepsinogen menjadi erepsin. Tripsin dan erepsin berfungsi untuk mencerna protein menjadi asam amino.
Hasil pencernaan selanjutnya akan menuju ke usus penyerapan (ileum). Di dalam usus ini, sari-sari makanan akan diserap melalui jonjot-jonjot usus atau vili dan selanjutnya akan diedarkan ke seluruh tubuh. Khusus untuk hasil pencernaan lemak tidak diangkut lewat pembuluh darah melainkan melalui pembuluh getah bening.


e. Usus Besar (Colon)

Usus besar merupakan kelanjutan dari usus halus yang memiliki tambahan usus yang berupa umbai cacing (appedix). Usus besar terdiri dari tiga bagian yaitu bagian naik (ascending), mendatar (tranverse), dan menurun (descending). di usus besar tidak terjadi pencernaan. Semua sisa makanan akan dibusukkan dengan bantuan bakteri E. coli dan diperoleh vitamin K. Di bagian akhir usus besar terdapat rektum yang bermuara ke anus untuk membuang sisa makanan.

C. Gangguan Pencernaan

Berikut adalah gangguan dan kelainan sistem pencernaan manusia dan hubungannya dengan kesehatan:
  1. Xeroptalmia adalah produksi air liur sedikit 
  2. Parotitis adalah infeksi kelenjar parotis
  3. Pankreasitis adalah radang pankreas
  4. Kolik adalah radang lambung akibat alcohol dan cabe
  5. Ulkus adalah radang lambung akibat kelebihan HCl
  6. Gastritis adalah radang pada mukosa lambung
  7. Diflagia adalah kerusakan lambung akibat racun
  8. Appendisitis adalah radang umbai cacing (usus buntu)
  9. Konstipasi adalah sembelit atau susah buang air besar
  10. Enteritis adalah radang pada usus halus/besar akibat infeksi bakteri
  11. Kolitis adalah pendarahan pada usus besar
  12. Flatus adalah masuknya gas-gas ke dalam sistem penernaan
  13. Diare adalah gangguan penyerapan air di usus besar